Jakarta, Bimas Islam --- Lailatul Qadar merupakan momentum perubahan menuju kebaikan. Hal ini sebagaimana disampaikan Analis Kebijakan Ahli Muda pada Seksi Penyuluhan dan Pengembangan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Husni Ismail.
“Lailatul Qadar merupakan momentum untuk suatu perubahan dalam kehidupan manusia. Sebab, orang yang mendapatkan malam Al-Qadar, hidupnya akan diliputi kedamaian, kesejukan, keteduhan, ketenangan, dan lainnya,” kata Husni pada Kuliah Zuhur Masjid Al-Ikhlas bertajuk ‘Lailatul Qadar untuk Suatu Perubahan’ di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH. Thamrin No. 6, Jakarta, Senin (11/4).
Bahkan, menurut Husni, kedamaian yang dirasakan orang tersebut akan dirasakan pula oleh orang-orang di sekitarnya. “Orang yang berinteraksi dengannya akan merasakan kedamaian sampai dia tutup usia, sampai dia dibangkitkan oleh Allah pada Hari Kiamat. Inilah kedamaian abadi,” jelasnya.
“Orang yang menghendaki perubahan dalam dirinya, maka Lailatul Qadar merupakan momentum yang tepat. Untuk itu, marilah kita mulai dengan Ramadan dan sungguh-sungguh dalam beramal untuk mendapatkan Lailatul Qadar itu,” imbuhnya.
Husni menambahkan, Lailatul Qadar bukan hanya soal pahala, tetapi juga merupakan perubahan dari yang sebelumnya tidak damai menjadi damai. Karenanya, dia kembali mengajak warga Muslim untuk bersungguh-sungguh dalam memperoleh Lailatul Qadar.
“Lailatul Qadar bukan semata-mata berorientasi pada pahala yang terkandung di dalamnya, tetapi sebuah momentum perubahan menuju kebaikan. Lailatul Qadar juga akan menguatkan langkah-langkah kita dalam menapaki kehidupan di dunia,” kata Husni.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



