Makassar, Bimas Islam -- Tim Leader Balai Latihan Pengembangan Masyarakat, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BLPM Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Bachtiar MA Shaleh menyampaikan, penyuluh harus berkontribusi mewujudkan masyarakat yang moderat guna menyukseskan program Rumah Moderasi Beragama.
"Rumah Moderasi Beragama adalah kelompok kerja penguatan moderasi beragama. Rumah Moderasi Beragama ini telah didirikan pada tingkat PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam), dan untuk keperluan tertentu dapat diperluas dengan melibatkan peran penyuluh agama," ujarnya saat memberi materi dalam kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama Islam, di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa malam (7/3/23).
Ia menambahkan, perlu dilakukan pemetaan sosial dan analisa dalam menjalankan Rumah Moderasi Beragama.
Ambo Tuo, Ketua Tim Penyuluhan Bidang Penaiszawa juga mengungkapan, Rumah Moderasi Beragama merupakan langkah strategis untuk menangkal konflik dan politik identitas.
Diketahui, akan dibentuk Rumah Moderasi Beragama di setiap kecamatan. Ditargetkan pada Juni 2023, minimal diluncurkan satu Rumah Moderasi di setiap kabupaten/kota. Hal itu sesuai Keputusan Direktorat Jenderal Bimas Islam No.137 tahun 2024 tentang Pembentukan Rumah Moderasi Beragama.
Msk/Mr



