Pasaman Barat, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib meninjau lokasi masjid dan musala terdampak gempa di Pasaman Barat, Sumatera Barat, Kamis (14/4).
Dalam peninjauan, Direktur Urais didampingi Kabid Urais Kanwil Kemenag Sumbar Edison, Kepala Kemenag Pasaman Barat Muhammad Nur, Kasubdit Kemasjidan Ahmad Zamroni, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Akmal Salim Ruhana.
"Kami menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang menimpa wilayah Pasaman Barat dan Pasaman. Semoga musibah yang terjadi pada bulan Februari berangsur pulih," ujar Adib saat meninjau Masjid Raya Kajai Pasaman Barat yang mengalami rusak berat.
Masjid Raya Kajai Pasaman Barat menjadi salah satu di antara puluhan masjid yang hancur. Bahkan, Masjid Raya Rajai Pasaman Barat yang mengalami kerusakan sangat parah ini sampai diratakan dengan tanah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Untuk sementara waktu, masyarakat sekitar mendirikan masjid darurat menggunakan tenda.
"Kita semua berupaya untuk mengembalikan fungsi masjid sebagaimana mestinya. Ketika pertama kali mendengar bencana melanda wilayah ini, Gus Menteri langsung memberi perintah untuk meninjau langsung lokasi yang terkena dampak musibah," katanya.
Peninjauan itu, menurut Adib, untuk mendata informasi dampak dari gempa berkekuatan 6,1 skala richter. Dia mengatakan, dari peninjauan itu dipelajari untuk kemudian mengupayakan bantuan dari Kemenag untuk meringankan beban masyarakat.
"Karena kita dari Kementerian Agama, maka fokus kita adalah mengembalikan fungsi masjid, membantu rehabilitasi masjid untuk kemudian menjadi stimulus agar masjid tersebut kembali berdiri dan bisa melaksanakan kegiatan yang rutin digelar selama ini," ujarnya.
Sebelum melakukan peninjauan, Adib beserta jajarannya bertemu 54 pengurus masjid dan musala yang menandatangani Surat Perjanjian Kerja Sama dan berita acara serah terima serta administrasi bantuan dari Kemenag. Pertemuan tatap muka itu dilakukan di Aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



