Sofifi, Bimas Islam --- Nuansa sejuk menyeruak di Kapal Pelni Manokwari-Sorong, Papua Barat. Sebanyak 8 orang laki-laki dan 9 orang perempuan asal Papua Barat terlihat khusyuk menikmati ayat-ayat langit yang tengah diakrabi.
"Kami semua 60 orang terdiri dari kafilah, peserta, dan official. Kalau peserta ada 17. Laki-laki 8, perempuan 9," ungkap Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Provinsi Papua Barat, Aziz Hegemur saat dijumpai bimasislam di Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara, Sofifi, Kamis (14/10/21).
Kafilah Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Nasional ke-26 asal Papua Barat ini, tambah Aziz, sengaja memilih alat tranportasi laut. Selain alasan persyaratan kesehatan, persoalan keleluasaan juga menjadi pilihan.
"Ini sejarah baru. Sepanjang sejarah STQH, baru kali ini kami ikuti STQH dengan menggunakan kapal laut," tambahnya.
"Lebih leluasa. Peserta bisa jalan-jalan di kapal. Waktu belajarnya juga lebih lama selama di kapal," terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Urusan Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua Barat ini.
Kafilah yang dipimpin Aziz melakukan perjalanan dari Manokwari pada Jum'at (8/10/21) dan tiba di Sorong pada Sabtu (9/10/21). Kafilah melanjutkan perjalanan hingga sampai di Pelabuhan A. Yani, Kota Ternate, Ahad (10/10/21).
"Targetnya masuk 10 besar. Insyaallah optimis," kata Aziz mengakhiri.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



