Oransbari, Bimas Islam – Kantor Urusan Agama (KUA) Oransbari kembali membina keterampilan generasi muda melalui program "Kelas Pelopor." Program ini bertujuan melatih kemampuan komunikasi publik serta kepekaan sosial anak-anak muda dari tiga distrik: Momi Waren, Ransiki, dan Oransbari. Program yang kini memasuki angkatan ketiga ini diharapkan dapat membentuk generasi yang mampu berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara efektif.
Para peserta, meskipun harus menempuh perjalanan yang tidak singkat—sekitar satu jam dari Momi Waren dan 40 menit dari Ransiki—menunjukkan antusiasme tinggi. Dari beragam jenjang pendidikan, mereka bersemangat untuk mengasah keterampilan berkomunikasi, seperti yang terlihat dari Athfah Wahyudi, siswa sekolah dasar, yang dengan percaya diri menyampaikan pesan motivasi kepada rekan-rekannya. “Jangan menyerah, tetaplah berjuang meraih mimpi,” ucap Athfah.
Selain memperkuat kemampuan komunikasi, program ini juga mengajarkan cara berpikir kritis dan empati sosial melalui metode "Diskusi Pohon Masalah." Dalam diskusi ini, para peserta diajak untuk mengidentifikasi masalah sosial, menganalisa dampaknya, dan mencari solusi bersama. Kegiatan ini didampingi oleh Itha Miftahul Jannah dan Sitti Muthia Faradillah Tukwain, yang memberi arahan dan bimbingan.
Kepala KUA Oransbari, Abdul Karim, mengungkapkan pentingnya pelatihan keterampilan komunikasi bagi generasi muda, khususnya dalam membentuk karakter yang moderat dan inklusif. “Kelas Pelopor ini terbuka bagi siapa saja, baik Muslim maupun non-Muslim. Kami ingin menciptakan suasana belajar yang penuh dengan toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan,” jelas Abdul Karim kepada wartawan, Jumat (11/10/2024).
Ia menambahkan,.kemampuan komunikasi sangat penting untuk mendukung peran anak muda sebagai agen perubahan di masyarakat.
"Melalui program ini, kami berharap dapat melahirkan generasi muda yang cakap berbicara di depan publik, mampu berempati, dan memiliki jiwa sosial yang kuat," tutupnya.
Msk/Mr



