Sleman, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin meluncurkan program wakaf produktif yang terdapat di Dusun Sambirejo, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Selasa (17/5/2022). Program tanah wakaf seluas 955 meter persegi yang dibangun menjadi rest area dan pom bensin mini.
Dalam sambutannya, Kamaruddin menyatakan, wakaf mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan di bidang pendidikan dan keagamaan, seperti masjid, musala, sekolah, madrasah, pesantren, dan pemakaman.
"Dengan melihat program wakaf produktif yang menjadi tempat pengisian bahan bakar ini, merupakan bisnis yang berkesinambungan, meski dalam prosesnya butuh waktu untuk berkembang," tuturnya.
Kamaruddin mengatakan, pengembangan wakaf produktif harus terus digenjot untuk mencapai hasil yang maksimal. Menurutnya, masih ada 36.000 titik tanah wakaf di seluruh Indonesia yang perlu dikembangkan.
"Masyarakat yang telah berkontribusi untuk membangun fasilitas keagamaan lewat wakaf ini merupakan sesuatu yang membanggakan dan begitu luar biasa," lanjutnya.
Kamaruddin menambahkan, pemerintah telah menjamin dan melindungi harta benda wakaf melalui undang-undang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apabila ingin melakukan ikrar wakaf di Kantor Urusan Agama (KUA).
"Insyaallah ini merupakan pahala yang tidak akan putus. Saya turut mendoakan dan mengucapkan selamat atas berhasilnya program Inkubasi Wakaf Produktif ini," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



