Makassar, Bimas Islam --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar terus meningkatkan pemanfaatan layanan digital bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala KUA Biringkanaya, Subhan di Makassar, Senin (27/12).
Subhan menjelaskan, peningkatan layanan digital di KUA merupakan salah satu realisasi dari program revitalisasi KUA yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam).
“Alhamdulillah, sejak berdiri tahun 2016 lalu dengan menggunakan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN, kemudian tercatat sebagai KUA yang direvitalisasi, KUA Biringkanaya ini meningkat luar biasa, khususnya terkait layanan digital,” ujar Subhan.
Suhban menjelaskan, salah satu yang menjadi andalan KUA Biringkanaya adalah terkait layanan pendaftaran nikah lewat daring. Meski jumlah peristiwa nikah menurun dalam dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19 ini, tetapi pemanfaatan ruang digital di KUA Biringkanaya cukup tinggi.
“Setelah dilakukan optimalisasi layanan daftar nikah melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah atau Simkah, masyarakat sangat antusias. Persentasenya di atas 50 persen. Bahkan beberapa di antara mereka tak mengira KUA Biringkanaya memiliki layanan digital karena wilayahnya jauh dari ibu kota negara,” tuturnya.
Selain pendaftaran nikah secara daring, Subhan menambahkan, masyarakat juga bisa melakukan pencarian data pernikahan berdasarkan tanggal pernikahan secara daring. "Masyarakat bisa secara mandiri mengakses informasi ini pada monitor besar yang tersedia di KUA," ujarnya.
“Layanan digital lain di KUA Biringkanaya adalah tekait informasi Kebimasislaman. Informasi itu juga bisa diakses melalui layar monitor di front office. Jadi memang sangat memudahkan,” jelasnya.
Ia menerangkan, di dalam layar monitor itu juga tersaji infografis data pernikahan, data penghulu, data penyuluh, profil KUA, data tempat ibadah, dan data wakaf. Bahkan, tercatat pula peta potensi konflik di Kecamatan Biringkanaya.
“Tersedia pula layanan informasi Haji dan Umrah. Jemaah dapat melakukan pengecekan perkiraaan keberangkatan haji melalui aplikasi yang ada di KUA. Tersaji juga, data PPIU, data KBIHU, dan data jemaah haji. Semuanya dilakukan secara daring,” kata Subhan.
Subhan mengakui, peningkatan yang signifikan ini membuat KUA Biringkanaya banyak dikunjungi KUA lain, bahkan dari luar Kota Makassar. Tujuan kunjungan mereka adalah untuk melakukan studi banding. “Sudah banyak yang datang ke sini melakukan studi banding,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



