Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama terus mendapat dukungan dalam mengupayakan peningkatan layanan keagamaan bagi kelompok disabilitas. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Sarmidi Husna dalam bedah buku virtual Fikih Penguatan Bagi Penyandang Disabilitas di Jakarta.
“Dalam pertemuan ini, kami ingin menyampaikan ungkapan terima kasih kepada dirjen Bimas Islam atas inisiatif kemuliaannya dalam penguatan hak penyandang disabilitas, untuk itu kerja besar ini tentu saja harus terus didukung, karena di dalamnya kita sama-sama berada sebagai garda perintis kebaikan dan penjaga kepedulian sesama”, ungkap Sarmidi.
Pertemuan Virtual di minggu kedua Desember 2020 ini, bertepatan dengan Hari Disabilitas internasional, sehingga dapat menjadi momentum penting seluruh pihak dalam memperjuangkan hak-hak dan layanan bagi penyandang disabilitas, tak terkecuali di Indonesia.
Dalam pesan pentingnya Sarmidi kemudian menambahkan bahwa negara menghadapi ragam tantangan terkait penyandang disabilitas, sehingga harus menjadi perhatian utama bagi setiap peranan dan kebijakannya.
“Sedikitnya ada lima tantangan yang saat ini dihadapi oleh Penyandang Disabilitas. Pertama tentang problem cara pandang, kedua sikap dan perlakuan terhadap para penyandang disabilitas, ketiga keterbatasan layanan publik yang ramah disabilitas, keempat keterbatasan peluang kerja bagi penyandang disabilitas hingga hambatan pelaksanaan kewajiban keagamaan”, Sarmidi mengingatkan.
Selaras dengan Sarmidi, Sekretaris Umum Yayasan Difabel Mandiri Indonesia Irpan Rustandi menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi dalam usaha pemenuhan hak penyandang disabilitas itu ternyata ditentukan juga empat faktor lainnya seperti, belum optimalnya komitmen pemerintah dalam implementasi di setiap lini kebijakan, masih munculnya paradigm charity yang belum bisa dihilangkan, kecenderungan normalisasi budaya terhadap disabilitas serta aspek pemberdayaan sumber daya manusia disabilitas.
Pada sesi akhir, Kasubdit Kepustakaan Islam Abdullah Al Kholis menerima dengan terbuka seluruh catatan konstruktif yang telah disampaikan oleh para narasumber.
“Posisi Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, sekali lagi sangat meyakini bahwa segala tantangan yang ada tersebut akan menjadi pemantik bagi keluarnya peranan dan kebijakan banyak pihak dalam memberikan layanan terbaik badi disabilitas.
Tak lupa dalam menutup agenda Selasar terakhir itu, Al-Kholis menyapaikan ungkapan terimakasih atas berjalannya kerjasama program yang dicanangkan bersama antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama disertai dukungan penuh mulai dari Tim Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Pusat Studi dan Pelayanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya Malang, Lakspesdam PBNU serta didukung oleh YAKKUM dan The Asia Foundation.
Turut menghiasi dinamika jalannya diskusi yang berlangsung selama 2 jam penuh ini, antara lain Kasubdit Kepustakaan Islam Abdullah Alkholis, Kasi Pengendalian Mutu Naskah Keagamaan Islam Nur Rahmawati dan FC Program Madani FHI360 Abi S Nugroho.
Hadir sebagai peserta kegiatan tersebut sejumlah 115 orang, terdiri atas Penyuluh Agama Islam seluruh Indonesia, Kasi Bimas Islam Kab/ Kota, tokoh agama, unsur akademisi, hingga pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.
(SM)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



