Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Tarmizi Tohor mengapresiasi peran Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang tanggap membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19. Seperti diketahui bahwa UMKM memiliki kontribusi besar dan krusial bagi perekonomian Indonesia.
“LAZ dengan inovasinya melakukan langkah yang tepat menyalurkan dana zakat dalam membantu usaha masyarakat, terutama pelaku UMKM kurang mampu melalui bantuan modal,” katanya di Jakarta, saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Senin (16/08).
Direktur menyatakan, di tengah pandemi Covid-19, banyak pelaku UMKM telah mengibarkan bendera putih tanda seolah menyerah dengan keadaan. Pasalnya mereka kesulitan menjual produk, sehingga mengakibatkan kondisi keuangan keluarga pelaku UMKM ikut tertekan dan kebutuhan pangannya tak terpenuhi.
“Menurut data survei Badan Pusat Statistik (BPS) 10-26 Juli 2020, secara umum 8 dari 10 UMKM cenderung mengalami penurunan permintaan karena pelanggan yang juga terdampak Covid-19 dan 62,21 persen UMK menghadapi kendala keuangan,” ujarnya.
Direktur mengatakan, kehadiran LAZ dengan pelbagai program pemberdayaan ekonomi seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan program Baznas Microfinance Desa (BMD), dan Rumah Zakat dengan program Borong Berbagi kepada kelompok usaha Bina Sejahtera dapat memberikan harapan UMKM untuk terus berjuang di masa pandemi Covid-19.
“Kehadiran LAZ dengan program pemberdayaan ekonomi telah menjalankan salah satu fungsi zakat untuk pemberdayaan bantuan modal usaha bagi mustahik dan duafa,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



