Jakarta, Bimas Islam -- Lemahnya pengambilan keputusan serta pengaruh teman sebaya menjadi alasan kuat yang menjerumuskan banyak remaja pada jurang pergaulan bebas, dan berujung pada pernikahan anak. Terkait itu, program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) akan lebih difokuskan untuk membentuk keterampilan pengambilan keputusan.
Hal itu disampaikan Instruktur, Sugeng Widodo, pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator BRUS Angkatan III dan IV di Jakarta, Rabu (17/5/2023).
"BRUS ini kita fokuskan pada keterampilan pengambilan keputusan dalam hal seksual. Pengaruh teman sebaya terkait pergaulan bebas ini kuat sekali. Penyebab terbanyak perkawinan anak," tuturnya.
Sugeng menjelaskan, fasilitator BRUS yang turun ke masyarakat akan diberi pembekalan untuk dapat melakukan bimbingan dan pendidikan kepada remaja. Para remaja yang telah terbimbing diharapkan mampu memahami diri seutuhnya, sehingga dapat memberi respons dan keputusan yang matang terhadap pengaruh internal maupun eksternal.
Ia juga ingin, remaja tidak hanya mendapat pengetahuan, tapi juga dapat mengembangkan keterampilan dan membangun karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
"Para fasilitator tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi keterampilan, bahkan sampai membentuk sikap remaja supaya karakternya sesuai dengan nilai-nilai Islam," terangnya.
Kegiatan yang dihadiri oleh 106 peserta perwakilan KUA (Kantor Urusan Agama) Revitalisasi seluruh Indonesia ini digelar selama empat hari, Selasa-Jumat (16-19/05/2023).
Msk/Mr



