Riau, Bimas Islam-- Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Riau menggelar pertemuan kolaborasi pada Sabtu, (17/8/2024), di Duri, Bengkalis, Riau. Acara ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta sejumlah LAZ daerah. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat di Riau, wilayah yang memiliki potensi ekonomi besar.
Dalam pertemuan itu, Waryono menekankan pentingnya koordinasi antar-LAZ untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan efektif. "Kita butuh koordinator untuk memastikan siapa melakukan apa, agar sasaran mustahik semakin tepat," ujarnya.
Waryono juga menekankan pentingnya keterbukaan data mustahik untuk menghindari duplikasi dalam distribusi zakat. Waryono menyoroti bahwa pengelolaan zakat harus menjadi solusi bagi persoalan kemiskinan.
"Zakat tidak hanya fokus pada ekonomi, tapi juga harus mencakup kebutuhan dasar lainnya seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan," terangnya.
Sementara itu, Perwakilan LAZ Bina Insan Madani Dumai mengungkapkan sejumlah tantangan, terutama terkait penyaluran dana zakat di luar kota Dumai. Meskipun telah melakukan pemberdayaan bersama KUA, proses penyaluran dana masih terkendala regulasi. Hasil audit syariah menunjukkan perlunya keputusan dari Dewan Pengawas Syariah terkait penyaluran zakat di luar wilayah, yang hingga kini belum diberikan.
LAZ Rumah Zakat turut berperan dalam program wakaf produktif di Riau, seperti pengembangan kebun durian untuk pendidikan dan homestay. Rumah Zakat juga menekankan pentingnya data yang akurat mengenai kemiskinan ekstrem untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Ketua LAZ Ibadurahman sekaligus Ketua FOZ Riau, Hasbi menegaskan komitmennya mendukung program zakat dan penanggulangan kemiskinan ekstrem. "Kami telah menyediakan kantor bersama untuk memfasilitasi komunikasi dalam upaya pengentasan kemiskinan," ungkapnya.
Pada 2023, lanjutnya, LAZ Ibadurahman berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp8 miliar dan menargetkan Rp10 miliar pada 2024.
Waryono menutup pertemuan dengan mengajak semua LAZ untuk terus bersinergi dalam program-program strategis seperti Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, dan Inkubasi Wakaf Produktif. Diharapkan, dengan semangat gotong royong dan koordinasi yang baik, pengelolaan zakat di Riau dapat lebih optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat.
And/Mr



