Bogor, Bimas Islam – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), TB Hasan Syadzili mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) untuk menggelar pelatihan dan penguatan kapasitas bagi penyuluh agama di seluruh Indonesia. Kerja sama ini bertujuan memperkokoh ketahanan nasional melalui nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama.
"Lemhannas saat ini mendorong program yang meningkatkan kapasitas organisasi masyarakat, termasuk penyuluh agama. Salah satunya adalah pelatihan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Kami berharap kerja sama dengan IPARI dapat mendukung upaya ini," ujar TB Hasan Syadzili dalam jumpa pers usai talkshow Kemah Moderasi Beragama di Bogor, Senin malam (2/12/2024).
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut akan mencakup pendalaman konsep ketahanan nasional yang meliputi aspek ideologi, sosial, budaya, ekonomi, dan keamanan. Selain itu, penyuluh agama juga akan diberi pemahaman tentang peran agama sebagai perekat dalam menghadapi ancaman seperti intoleransi.
“Moderasi beragama yang sejalan dengan Pancasila, seperti toleransi, keadilan, dan persatuan, juga akan menjadi fokus pelatihan. Kami ingin memastikan penyuluh agama dapat mendalami nilai-nilai ini dengan baik,” tambahnya.
Menurut Hasan, penyuluh agama memiliki peran penting dalam membina masyarakat, sehingga penguatan kapasitas mereka menjadi prioritas. "Dengan kolaborasi ini, kami berharap penyuluh agama mampu lebih efektif dalam menjalankan perannya menghadapi tantangan kebangsaan yang terus berkembang," tegasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya tahan sosial masyarakat, tetapi juga menjaga keharmonisan dalam keberagaman agama dan budaya Indonesia. "Kami menyadari pentingnya menghadirkan narasumber dan fasilitator kompeten untuk mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama," ungkap Hasan.
Kepala Subdirektorat Penyuluh Kementerian Agama, Amirullah, menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam memperkuat peran penyuluh agama di tengah masyarakat. "Penyuluh agama adalah garda terdepan dalam menjaga keharmonisan sosial. Pelatihan ini akan membantu mereka memitigasi potensi konflik di akar rumput," ujarnya.
Amirullah juga menekankan bahwa kerja sama antara Lemhannas dan IPARI akan mempercepat penguatan kapasitas penyuluh agama di seluruh Indonesia. "Kami berharap pelatihan ini mampu menjadikan penyuluh agama lebih adaptif dan responsif terhadap berbagai tantangan, terutama isu kebangsaan dan moderasi beragama," tutupnya.
Ba/Mr



