Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Kamaruddin Amin melepas 50 dai moderat ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dirjen juga memberi arahan mengenai nilai-nilai yang harus dibawa dan target capaian program kepada para dai.
“Kita pastikan mereka yang kita kirim ini memiliki kapasitas. Mereka yang Insya Allah akan memberi pencerahan literasi keagamaan kepada masyarakat, kepada umat yang membutuhkan. Alhamdulillah, tahun ini kita bekerja sama dengan LAZIS (Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh) Assalam Fil Alamin,” ujar Kamaruddin, Senin, (20/3/2023) di Jakarta.
Dirjen juga mengingatkan, hal yang perlu dipastikan dalam program ini adalah pemahaman dai terhadap ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, moderasi beragama, nilai kebangsaan, dan cinta tanah air. Hal tersebut, menurut Dirjen, merupakan materi utama yang harus disampaikan para dai kepada masyarakat.
“Indonesia negara bangsa yang sangat besar. Kalau bukan kita, siapa yang akan merawat? Apalagi di daerah-daerah yang tidak tersentuh banyak orang. Maka kita (Kemenag) hadir untuk memastikan bahwa mereka adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang harus mendukung, menjaga dan merawat paham wasathiyatul islam dan paham kebangsaan,” pesan Kamaruddin.
Ia juga mengatakan, cakupan daerah ke depan akan diperbanyak sebagai bagian dari Peta Dakwah Nasional. Hal tersebut, imbuhnya, perlu merujuk pada data, sehingga dai betul-betul dikirim ke daerah yang membutuhkan pencerahan keagamaan.
Kamaruddin berharap, para pendakwah di Indonesia dapat melebarkan sayap ke kancah internasional, sehingga dapat mempromosikan artikulasi keagamaan Islam di Indonesia.
Dalam acara Pelepasan Dai ke Wilayah 3T ini, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi turut memaparkan laporan program. Kegiatan ini juga dihadiri para pejabat Kementerian Agama, Dewan Pengawas Syariah LAZIS Assalam Fil Alamin, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, dan sejumlah Ormas Islam.
Fn/Mr



