Banyuwangi, Bimas Islam --- Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi melakukan koordinasi lintas sektoral terkait penurunan angka stunting. Dalam koordinasi bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi ini dibahas sejumlah persoalan.
"Kami akan melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama. KUA akan ditempatkan sebagai garda terdepan dalam penurunan angka stunting," ungkap Kepala Seleksi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi, Muklis melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Kamis (10/2/22).
Muklis menjelaskan, sinergi ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kemenag Pusat dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Upaya penurunan stunting akan dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi pada Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwin Catin) yang dilaksanakan di KUA.
"Sesuai arahan Kemenag Pusat melalui Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam, langkah penurunan stunting akan dimulai melalui Bimwin Catin," tambah Muklis.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos PPKB Kabupaten Banyuwangi Lukman Al-Hakim menambahkan, para Catin yang telah mengikuti Bimwin akan mendapatkan sertifikat.
"Sertifikat ini merupakan bukti bahwa Catin telah mengikuti Bimwin dan dinyatakan siap menikah serta siap hamil. Para Catin juga akan terpantau kesehatannya melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil)," terang Lukman.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



