Makassar, Bimas Islam --- Layanan prima KUA ditopang oleh lima keterampilan. Hal ini seperti disampaikan Konsultan Publik, Herry Prasetyadi dalam Bimtek Petugas Layanan KUA di Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Kamis (30/6/22).
Herry menjelaskan, layanan prima harus dilaksanakan secara andal. Petugas harus memahami layanan yang diberikan sehingga mampu menjelaskan kepada masyarakat.
"Setelah andal, layanan prima berbasis pada kepercayaan. Sebelum memberikan layanan, petugas KUA harus yakin terlebih dahulu terhadap manfaat layanan yang dia berikan," ungkap Herry.
Dimensi ketiga, lanjutnya, petugas layanan harus memperhatikan penampilan. Menurut Herry, penampilan memang bukan yang utama tetapi sangat berpengaruh terhadap kepuasaan pengguna layanan.
"Perhatikan penampilan bapak dan ibu. Raut wajah, senyum, dan bahasa tubuh sangat penting. Termasuk tampilan ruang kerja. Pastikan bersih, rapi, dan tertata," ungkapnya.
Pada dimensi keempat, Herry menyampaikan pentingnya empati. Petugas KUA, katanya, harus mampu merasakan perasaan masyarakat yang membutuhkan layanan.
"Terakhir, petugas KUA harus tanggap. Tanggap saat merespons, memberikan informasi, dan berinteraksi dengan masyarakat pengguna layanan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Bimtek Layanan KUA di Sulawesi Selatan diikuti 66 Petugas dan Kepala KUA dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, Bimtek dilaksanakan di Provinsi Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



