Banjarnegara, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, terdapat lima transformasi layanan KUA melalui program revitalisasi. Transformasi pertama kata Kamaruddin, KUA menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam pelayanan publik.
“Transformasi kedua, KUA menjadi pusat layanan keagamaan bagi masyarakat. Transformasi ketiga, KUA menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” kata Kamaruddin dalam sambutannya pada acara Pencanangan Revitalisasi KUA yang berpusat di Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/5/2021) malam.
Transformasi keempat sambung Kamaruddin, KUA menjadi pusat data keagamaan yang dilengkapi dengan sistem deteksi dan respon dini terhadap konflik keagamaan. Dan transformasi kelima, KUA menjadi rumah moderasi beragama berbasis komunitas.
“Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kami menyiapkan 6 KUA model revitalisasi secara nasional, yaitu KUA Kecamatan Banjarnegara, Jawa Tengah, KUA Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, KUA Kecamatan Ciawi Gebang, Kuningan, Jawa Barat, KUA Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur, KUA Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah dan KUA Kecamatan Sewon, Yogyakarta,” papar Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan, target KUA yang akan direvitalisasi pada tahun ini, sebanyak 100 KUA yang tersebar di 34 Provinsi.
“Semoga program revitalisasi ini benar-benar dapat memperkuat tugas dan fungsi KUA dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat untuk mewujudkan khaira ummah,” tandasnya.
Dalam pelaksanaan pencanangan program revitalisasi di enam KUA tersebut, Kemenag menerapkan protokol kesehatan. Setiap tamu undangan yang hadir diwajibkan mengikuti anjuran 5M dan melakukan protokol kesehatan yang ketat.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



