Bogor, Bimas Islam --- Sebanyak 165 Video Pendek kiriman peserta dari seluruh Indonesia telah diterima oleh panitia Lomba Video Pendek Seni dan Budaya Islam di Indonesia. Perlombaan yang digelar oleh Direktorat Penerangan Agama Islam ini dihelat sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian tradisi, seni, dan budaya yang bernafaskan Islam di tanah air.
Penyeleksian video hasil karya peserta saat ini tengah berlangsung di Hotel Horison Ultima Bhuvana Ciawi, Bogor, dari tanggal 4 s.d 6 November 2019.
Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Sayid Alwi Fahmi mengatakan lomba seni budaya yang dikemas dalam bentuk lomba pembuatan video pendek ini merupakan bukti bahwa program Ditjen Bimas Islam dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, terutama dalam pelayanan di era teknologi informasi.
"Generasi muda, atau kita kenal dengan sebutan generasi milenial, menyukai materi-materi keagamaan yang kreatif dan sesuai dengan karakter di era digital," kata Fahmi.
Oleh sebab itu, ia menambahkan, lomba pembuatan video pendek menjadi penting agar generasi muda tetap memiliki perhatian terhadap tradisi, budaya, serta kesenian Islam yang sudah berakar di Indonesia, dalam kemasan yang milenial.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, menyambut baik perlombaan tersebut. Dikatakannya, arah dan kebijakan Ditjen Bimas Islam terkait seni dan budaya Islam selalu memberi ruang untuk lahirnya program-program inovatif.
"Inovasi itu", imbuhnya, "juga menjadi jalan agar bimbingan dan pelayanan Bimas Islam tidak terfokus hanya kepada generasi tua saja, tetapi juga pada generasi millenial yang sangat akrab dengan media kreatif," ujarnya saat membuka Kegiatan Bimbingan Teknis Penilaian Lomba Video Pendek Seni dan Budaya Islam, di Hotel Horison Ultima Buvana, Ciawi, Bogor, Senin (4/11).
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen menerangkan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara tidak menghapus kekayaan tradisi lokal yang sudah berakar di tanah air. Justru, agama Islam memperkaya tradisi tersebut dan berkembang menjadi kesenian dan tradisi yang bernafaskan ajaran Islam dalam berbagai bentuknya.
Tahun ini merupakan kali kedua Ditjen Bimas Islam menggelar Lomba Video Pendek terkait Seni Budaya Islam di Indonesia. Sebelumnya pada tahun 2018, lomba serupa dengan tema Situs Sejarah Islam di Nusantara diikuti lebih dari 386 peserta dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, pada tahun 2019 ini lomba video dibagi ke dalam dua kategori berbeda, yaitu Lomba Video Pendek Seni Budaya Islam dan Lomba Animasi Zakat-Wakaf.
Kegiatan Bimbingan Teknis Penilaian Lomba Video Pendek tentang Seni Budaya Islam diikuti 40 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya adalah praktisi perfilman, Seniman, Budayawan, produser program keagamaan televisi nasional, Lembaga Sensor Film, Komisi Penyiaran Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan peserta internal Ditjen Bimas Islam.
Selain Dirjen Bimas Islam, narasumber yang mengisi kegiatan ini antara lain, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Sekretaris Itjen Kemenag RI, Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, dan Kabag Kerjasama Luar Negeri.
Tiga video terbaik kiriman peserta akan dipilih oleh para dewan juri, dan diumumkan melalui kanal media Bimas Islam dan Kementerian Agama.
Penulis: Jay
Editor: Sigit
Foto : Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



