Jakarta, Bimas Islam --- Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan pentingnya Moderasi Beragama dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Hal ini diungkap Lukman saat menjadi pembicara pada Temu Da'i Media yang dilaksanakan Ditjen Bimas Islam Kemenag di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (26/12/21).
"Moderasi Beragama hakikatnya adalah proses dan ikhtiar memoderasi cara kita beragama. Kalau dalam konteks Islam berarti cara kita berislam. Tapi kita harus ingat, warga Indonesia tidak semuanya muslim sehingga namanya Moderasi Beragama, bukan wasathiyatul Islam," ungkap Lukman.
Moderasi Beragama, lanjut Lukman, merupakan proses agar cara pandang, sikap, praktik beragama di tengah kehidupan bersama tetap mengedepankan inti pokok ajaran agama.
"Dalam Islam ada banyak inti pokok ajaran, namun ada dua inti pokok ajaran Islam yang ingin lebih kita berikan perhatian karena tingkat urgensinya yang mendesak, yaitu melindungi harkat, martabat, derajat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan bersama," tambahnya.
Di titik ini, Lukman menyebut pentingnya Moderasi Beragama mengingat masih adanya sekelompok orang yang mengaku beragama namun dalam praktiknya menyelisihi inti ajaran agama.
"Contohnya, ada orang mengaku berislam tetapi bersikap eksklusif, padahal Islam mengajarkan inkluksif. Ada orang mengaku berislam tapi jadi segregatif (mengkotak-kotakkan, memisah-misahkan), padahal Islam itu mengajak integrasi," terangnya mencontohkan.
"Fakta ini yang menurut hemat saya, ada kebutuhan kita yang sangat serius bagaimana cara kita berislam yang benar sehingga selaras dengan nilai kemanusiaan dan membangun kemaslahatan bersama. Bagaimana cara kita berislam agar jangan berlebihan, melampaui batas, dan ekstrem," pungkas Lukman.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



