Yogyakarta, Bimas Islam - - Menteri Agama RI periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, keberagamaan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Menurutnya, setiap warga bangsa apa pun suku, agama, dan tempat tinggalnya memiliki nilai-nilai agama yang selalu melekat.
“Sebagai bangsa yang religius nilai-nilai agama di Indonesia menjadi pijakan dan pedoman masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Lukman dalam Sarasehan Festival Moderasi Berbasis Seni Keagamaan di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (05/12).
Festival Moderasi bertema Harmoni dalam Keberagaman yang dimeriahkan Ditjen Bimas Islam ini, Lukman mengatakan, agama dan bangsa memiliki keterikatan. Menurutnya, keberagaman dan keberagamaan adalah ciri khas dari Indonesia. Keduanya memberikan warna dan menjadi jalan bagi Indonesia untuk semakin berkembang.
“Agama dan bangsa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.
Lukman mengatakan, relasi agama dan negara dibuktikan dengan adanya simbiosis mutualisme yang mana antar keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Negara membutuhkan agama dalam menunjukkan arah kebenaran, sedang agama membutuhkan negara untuk perlindungannya.
“Nilai-nilai agama yang dipegang seluruh umat beragama adalah nyawa kerukunan di Indonesia,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



