Depok, Bimas Islam --- Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengungkap dua alasan utama lahirnya konsep moderasi beragama yang kini menjadi program prioritas dan unggulan Kementerian Agama (Kemenag).
Lukman menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam Sarasehan Strategi Moderasi Beragama Melalui Seni Budaya dalam rangkaian Festival Seni Ramadan (FSR) 2021 yang merupakan kerja sama antara Kemenag dan Universitas Indonesia (UI).
"Bangsa Indonesia memiliki keberagaman yang tinggi, heterogen, dan majemuk. Bangsa besar ini memiliki keanekaragaman di semua sektor kehidupan, seperti suku, adat, ras, budaya, bahasa, bahkan agama. Kita sangat beragam. Maka berbicara tentang Indonesia berarti bicara kemajemukan," kata Lukman di Makara Art Center UI, Depok, Kamis (29/4/21).
Selain kekayaan kemajemukan yang dimiliki, bangsa Indonesia juga memiliki potensi keberagamaan yang sangat dominan. Spirit keberagamaan ini, lanjut Lukman, ditemui hampir di setiap jengkal bumi Indonesia.
"Kita juga bangsa yang memiliki keberagamaan dan relgiositas yang akarnya spiritualitas. Di manapun kita tinggal di Nusantara, bertemu dengan suku apapun, kita akan selalu menjumpai kearifan lokal, budaya setempat yang tidak bisa dipisahkan dari spiritualitas dan religiositas nilai-nilai agama," tambah pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI ini.
Dua potensi bangsa ini, lanjut Lukman, harus dijaga sebaik mungkin agar menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Dia menambahkan, jangan sampai dua potensi ini dipertentangkan hingga merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.
"Ini modal sosial yang tidak semua bangsa di dunia ini memilikinya. Bagaimana menjaga, memelihara, dan merawat ini agar produktif bagi peradaban bangsa Indonesia," tambahnya.
Narasumber lain dalam sarasehan ini adalah Pakar Tafsir Al-Qur'an, Nur Rofiah. Diskusi yang berjalan selama 120 menit ini dipandu oleh moderator Thobib Al-Asyhar yang merupakan Sekretaris Menteri Agama.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



