Jakarta, Bimas Islam -- Majelis Dai Kebangsaan (MDK) yang dikukuhkan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Selasa (6/9/22) meneguhkan sikapnya sebagai mitra strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam merawat keberagaman. Demikian disampaikan Sekretaris Umum MDK, Ahmad Zayadi dalam Rapat Kerja MDK Masa Bakti 2022-2025 di Jakarta, Rabu (26/10/22).
"Secara kelembagaan dan fungsional, Majelis Dai Kebangsaan akan menjadi benteng dakwah Islam di Indonesia sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah untuk bersama-sama bergerak merawat kebhinekaan dan menciptakan harmoni," ungkap Zayadi.
Pria yang juga menjabat Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag ini menambahkan, Indonesia dengan tingkat keberagaman yang tinggi perlu diikat dengan sikap toleran. Ia menegaskan, alasan ini pula yang melatarbelakangi lahirnya MDK untuk bersama menyosialisasikan Moderasi Beragama di tengah masyarakat.
"MDK akan terus bersama seluruh komponen bangsa membangun Moderasi Beragama sebagai landasan yang kokoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.
Zayadi mengajak seluruh peserta Raker untuk meneguhkan dakwah kebangsaan. Pihaknya menghadirkan sejumlah narasumber dari MUI, Lemhannas, BPIP, BNPT, dan Imam Besar Masjid Istiqlal dalam kegiatan yang dihelat selama tiga hari pada Rabu-Jumat (26-28/10/22).
"Melalui Raker ini, MDK akan menyusun peta jalan (road map), rencana program, dan kegiatan strategis dalam mengukuhkan sikap kebangsaan dan kenegaraan," pungkasnya.
Hadir sebagai narasumber pada hari pertama, Dirjen Bimas Islam Kemenag yang juga Ketua Umum Majelis Dai Kebangsaan, Kamaruddin Amin, Staf Khusus Menag Bidang Hubungan Antar-Kementerian/Lembaga, TNI-Polri, Kerukunan dan Toleransi, Mohammad Nuruzzaman, dan Tenaga Profesional Bidang Ideologi Lemhannas RI, Achmad Yuliarto.
(Pirman)



