Purworejo, Bimas Islam -- Menjadi perempuan single parent bukanlah pilihan. Selain anggapan negatif dari sebagian masyarakat, perempuan single parent juga harus berjuang mengupayakan nafkah untuk anak-anak.
Didorong rasa peduli atas fakta tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Banyuurip, Ratna Ulfatul Fuadiyah menginisiasi Majelis Taklim Ar-Rohmah. Majelis ini beranggotakan perempuan single parent atau perempuan kepala keluarga.
"Menjadi perempuan single parent tidaklah mudah. Ia mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, kerap dilabeli negatif oleh masyarakat seperti menimbulkan keresahan dan sasaran fitnah, dianggap sebelah mata dan tidak dipedulikan, serta kerap dianggap beban karena tidak memiliki keterampilan," ungkap Ratna di Banyuurip, Senin (28/11/22).
Di majelis yang diinisiasinya, Ratna berupaya menguatkan perempuan pejuang keluarga. Tidak hanya kajian keislaman seperti cara membaca Al-Qur'an, Ratna juga menyampaikan materi seputar kehidupan keseharian.
"Majelis Taklim Ar-Rohmah berupaya mengubah pola pikir jemaah dari tergantung menjadi mandiri, dari lemah menjadi tangguh. Kita juga berusaha mengubah pola pikir masyarakat dari negatif menjadi positif, dan dari pasif menjadi kreatif," sambungnya.
Majelis Taklim Ar-Rohmah juga menjadi sarana berbagi peluang usaha. Atas inisiasinya ini, Ratna didaulat sebagai salah satu pembicara dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 2 tahun 2022 di Jepara, Jumat (25/11/22). Ratna menyampaikan materi Majelis Taklim Ar-Rohmah, Penguatan Ekonomi Bagi Perempuan Kepala Keluarga di Purworejo, Jawa Tengah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



