Pasaman, Bimas Islam --- Nominator 3 besar Islamic Animated Short Movie Competition (IASMC) atau Lomba Film Pendek Animasi Islami tingkat Provinsi Sumatera Barat asal Pasaman mengaku bersyukur sekaligus terkejut. Pasalnya, tim yang terdiri dari tiga anggota ini membuat film di sela aktivitas mengajar.
"Jangankan untuk maju ke tingkat Nasional, untuk bisa menang saja kami sangat tidak menyangka karena waktunya terbatas dan proses pengerjaannya yang sering terbentur dengan jadwal mengajar kami,” ungkap juru bicara tim, Rendi di Pasaman melalui pesan tertulis yang diterima bimasislam, Kamis (24/6/21).
Tim yang merupakan perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman ini terdiri dari 3 anggota yaitu Rendi Yenzia Ulfa, Riki Efendi, dan Andri Mahmudi. Film pendek animasi islami yang dibuat oleh tim ini mengangkat tema Sunnah Salat.
Berbeda dengan provinsi lain, penjurian di Provinsi Sumatera Barat dilakukan melalui ekspose yang dilakukan di tempat berbeda untuk setiap peserta. Pada ekspose yang dilakukan di Kankemenag Pasaman ini hadir sejumlah dewan juri lokal.
Kepala Seksi Pengembangan Seni Budaya Islam Musabaqah Al-Qur'an dan Hadis Kanwil Kemenag Sumbar, Yusran Lubis menyampaikan apresiasi atas kerja keras tiga peserta yang merupakan guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Pasaman ini.
"Mengingat proses pembuatan video animasi ini dipenuhi tantangan, maka menjadi tiga nominasi terbaik merupakan capaian sangat luar biasa. Film animasi dari Kabupaten Pasaman ini kami nilai layak maju ke tingkat Nasional. Dewan juri sudah menyampaikan agar dilakukan penyempurnaan di beberapa bagian," ungkap Yusran.
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Seksi PHBI Kanwil Kemenag Sumbar, Efi Yoskar, Kabag TU Kankemenag Pasaman, Askur, dan Kepala MAN 1 Pasaman, Darwin.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



