Pontianak, bimasislam --- Malam Taaruf Seleksi Tilawatil Quran dan Musabaqah Al-Hadis (STQH) Nasional XXV di Pontianak Kalimantan Barat berlangsung meriah. Acara digelar di halaman utama Pendopo Gubernur, Jumat, (28/06) malam.
Mewakili Menteri Agama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin mengungkapkan, Kalbar telah mencatatkan sejarah dengan menjadi tuan rumah pertama kali digelarnya Musabaqah Al-Hadis.
"Kita patut bangga karena Kalbar telah membuat sejarah, ini pertama kali dilaksanakan Musabaqah Al-Hadis", ungkap Dirjen yang langsung disambut tepuk tangan tamu undangan yang hadir.
Untuk diketahui, selama ini kegiatan yang diselenggarakan tiap dua tahun ini menggunakan istilah STQ Nasional dan kali ini berubah menjadi STQH Nasional.
Dikatakan Dirjen, sebagaimana pada event Musabaqah sebelumnya, sehari sebelum pelaksanaan STQ atau MTQ Nasional selalu dilakukan acara Malam Taaruf antara panitia, dewan hakim, seluruh kafilah dan official dalam rangka untuk saling mengenal, saling menyapa, dan saling bercengkerama.
"Malam Taaruf ini agar kegiatan Musabaqah nanti dapat berjalan dengan baik, lancar, menjunjung tinggi kemuliaan akhlak sebagai tujuan penyelenggaraan musabaqah tingkat nasional ini", ujarnya.
Dihadapan perwakilan seluruh kafilah dari 34 Provinsi, Dirjen juga menyinggung tentang banyaknya pertanyaan manfaat nyata penyelenggaraan STQ dan MTQ Nasional. Menurut Dirjen, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak cukup dijawab hanya dengan retorika dengan sekian argumen, tetapi dibuktikan secara nyata melalui proses-proses yang tidak semata-mata dalam cakupan teknis penyelenggaraan.
"Kita harus menunjukkan kepada publik bahwa Musabaqah telah membangun spirit keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Musabaqah yang menjadikan Alquran sebagai sumber inspirasi harus benar-benar menjiwai selama penyelenggaraan dan pesan-pesan moral setelah kita kembali ke daerah masing-masing", terang Guru Besar Ilmu Hadis ini.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmadji menyampaikan rasa syukurnya atas terpilihnya Kota Pontianak sebagai tuan rumah STQH Nasional XXV 2019.
"Tentu kami bersyukur Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi tuan rumah, dan alhamdulillah, untuk pertama kali dalam sejarah dunia, salah satu mimbar Musabaqah nanti kita tempatkan di titik 0 derajat lintang utara selatan", ungkapnya.
Acara Malam Taaruf ini dihadiri Wakil Gubernur Kalbar, Walikota Pontianak, seluruh Dewan Hakim, Panitera, Panitia, perwakilan 34 Kafilah, dan pejabat Pemprov Kalbar.
Acara semakin meriah dengan penampilan tarian-tarian khas daerah Kalimantan Barat, salah satunya Tarian Sambas.
Penulis: syamsuddin
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



