Sofifi, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyampaikan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis Nasional (STQHN) ke-26 di Sofifi, Maluku Utara (Malut). Dirjen menyampaikan hal ini pada Malam Ta'aruf STQHN di Rumah Dinas Gubernur Malut, Kota Sofifi, Jum'at (15/10/21) malam.
"Setulus-tulusnya, saya menyampaikan pesan Bapak Presiden dengan Menteri Agama saat rapat terakhir, agar kegiatan yang mendatangkan banyak orang di masa pandemi ini tidak ada penyebaran Covid-19," ungkap Dirjen.
Dirjen menyebutkan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dibuat secara terperinci sebagai panduan bagi semua pihak yang terlibat dalam musabaqah dua tahunan ini.
"Ikhtiar semaksimal mungkin dengan menjaga protokol kesehatan (Prokes). Panitia Pusat dan Daerah telah membuat SOP yang begitu ketat sekali. Semoga kita bisa menjalankannya," tegasnya.
Disebutkan di dalam SOP tersebut sejumlah aturan bagi peserta, kafilah, official, dewan hakim, dewan pengawas, panitia, panitera, bahkan penonton. Selain prokes 5M, panitia juga mewajibkan check in dengan QR Code melalui aplikasi Peduli Lindungi di setiap venue musabaqah.
"Mari kita terus berdoa dan berikhtiar, dengan berkah Al-Qur'an semoga tidak terjadi apa yang tidak kita inginkan," harap Dirjen.
"Sofifi insyaallah akan mendapat berkah dengan kedatangan para hufaz dan pecinta Al-Qur'an. Sofifi akan diliputi dan mendapatkan rahmat dan berkah dari Allah," pungkas Dirjen.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



