Jakarta, Bimas Islam --- Sebanyak 87 orang perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti pelatihan ilmu falak dalam kegiatan Revitalisasi KUA melalui Program dan Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (12/11/2021).
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Urais Binsyar, Ismail Fahmi mengatakan, dengan memanfaatkan teknologi saat ini, belajar ilmu falak untuk menentukan arah kiblat lebih mudah. Tujuannya agar umat Islam mengetahui dengan pasti ke mana arah kiblat salat menuju bangunan Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
"Ada tiga aplikasi yang digunakan untuk ilmu falak ini, yakni Kalkulator Ilmiah, GPS Test, dan SunCalc. Dengan rumus yang kita berikan dan memanfaatkan ketiga aplikasi tersebut, insyaallah hitungannya akurat," terang Ismail.
Ismail, yang juga Kasubdit Hisab Rukyat Direktorat Urais Binsyar menyampaikan, meski ada aplikasi seperti kompas kiblat yang lebih sederhana, namun ia mengungkapkan ada kelemahan dalam aplikasi tersebut yang tidak selalu akurat.
"Karena kompas itu dipengaruhi oleh beberapa hal seperti medan listrik, makanya ketika dicocokkan antara satu ponsel dengan lainnya terkadang sering ada perbedaan," lanjutnya.
Ismail menargetkan, pembinaan mengenai ilmu falak bukan hanya diberikan terhadap petugas KUA, namun juga harus dipahami oleh seluruh umat Islam karena menyangkut ibadah salat.
"Dengan mengetahui ilmu falak, minimal kita bisa mengoreksi arah kiblat di rumah masing-masing," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



