Jakarta, bimasislam --- Mantan Ketua ICMI Dawam Rahardjo tutup usia pada Rabu (30/05) malam dalam usia 76 tahun.
Pihak keluarga menyatakan Dawam berjuang melawan penyakit diabetes yang dideritanya sejak setahun lalu. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah pada 20 April 1942 ini wafat di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta sekitar pukul 21.55 WIB.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjadi inspektur upacara pada pemakaman mantan Ketua ICMI Dawam Rahardjo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kamis (31/05).
Mantan Ketua ICMI itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata seusai salat Zuhur, tepatnya sekitar pukul 13.40 WIB.
Menag Lukman Hakim usai memimpin upcara pemakaman mengatakan, selaku irup dan pribadi menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum seraya memanjatkan doa semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan dan khilafnya, menerima segala amal kebajikan, dan menempatkan armarhum ke alam keteduhan dan tempat terbaik.
"Barangkali ada yang bertanya mengapa almarhum diperistirahatkan di tempat ini. Jawabannya adalah karena almarhum memang pantas untuk bersemayam di sini bersama para pendahulu yang telah dinilai berjasa untuk negara dan bangsa. Alrmahum adalah salah satu tokoh masyarakat dan cendekiawan terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia," kata Menag Lukman Hakim.
Menurut Menag, Mas Dawam seperti biasa disapa dikenal sebagai sosok ekonom, budayawan, pemikir Islam dan aktivis LSM ini pernah memperoleh sejumlah penghargaan semasa hidupnya. Di antaranya, penghargaan Satya Lencana Pembangunan tahun 1995 dari Presiden Soeharto, penghargaan Bintang Mahaputra Utama tahun 1999 dari Presiden B.J. Habibie. Tanda kehormatan ini merupakan bagian dari penghargaan sipil kedua tertinggi di Indonesia setelah Bintang Republik Indonesia.
"Upacara ini dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa, darma bakti dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa. Mudah-mudahan Allah menerima segala amal kebajikan dan menempatkan almarhum di tempat sebaik-baiknya. Selamat jalan Prof Dawam Rahardjo terima kasih atas segala baktimu untuk kami seluruh anak negeri," kata Menag.
Dawam juga dikenal sebagai penulis ulung. Sejumlah karyanya yang menjulang di antaranya Risalah Cendekiawan Muslim, Ensiklopedia Al-Quran, dan Perspektif Deklarasi Makkah, Menuju Ekonomi Islam. Menag juga turut melakukan penimbunan di atas makam almarhum dilanjutkan pihak keluarga. Tampak hadir Akbar Tanjung, tokoh masyarakat, dan murid-murid dari almarhum.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : benny andriyos
Editor : nhkurniawan
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



