Jakarta, Bimas Islam --- Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) periode 2015-2020 Mohammad Siddik tutup usia pada Selasa (28/6) di RS Harapan Kita, Jakarta. Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar turut mengucapkan belasungkawa atas wafatnya tokoh muslim nasional tersebut.
Kita sangat kehilangan. Beliau tokoh yang memiliki pengalaman dan wawasan tentang kerjasama dunia Islam dan pembangunan bangsa melalui pendidikan, dakwah dan sosial ekonomi. Pernah Pak Siddik cerita ke saya mengenai kegiatannya roadshow seminar pemikiran Islam ke beberapa perguruan tinggi di tanah air," ucap Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Selasa malam (28/6).
Fuad menuturkan, Mohammad Siddik merupakan salah satu tokoh muslim Indonesia yang pernah berkarir di lembaga Islam internasional dan merupakan salah satu kader dari tokoh nasional Mohammad Natsir yang membawa nama baik Indonesia di luar negeri khususnya di forum IDB.
"Beliau pernah menjabat Direktur IDB (Islamic Development Bank) di Jeddah dan Direktur IDB Regional Asia-Pasific di Kuala Lumpur. Sebuah prestasi dan reputasi yang langka karena beliau menjadi putra Indonesia pertama yang menjadi Direktur IDB," imbuh Fuad.
Mohammad Siddik lahir di Kuala Simpang Aceh 15 Januari 1942. Semasa muda, aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia) ini pernah dikirim sebagai delegasi Indonesia ke New York Amerika Serikat untuk menghadiri kongres pemuda sedunia yang digelar PBB. Jalan nasib mengantarkannya bisa bekerja di UNICEF/PBB, Organisasi Konperensi Islam (OKI) dan selama hampir dua puluh tahun sebagai pejabat eksekutif di IDB. Sekembalinya ke tanah air dari tugas di luar negeri pada awal dekade 2000-an ia aktif dalam kepengurusan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan LAZIS (Lembaga Amal Zakat Infaq Sedekah) Dewan Dakwah. Beliau kemudian mengemban amanah sebagai Ketua Umum DDII Pusat periode 2015 - 2020.
Mohammad Siddik yang menguasai bahasa Inggris, Arab, Prancis dan Urdhu pernah mengunjungi sekitar 90 negara. Ia juga pemrakarsa terbentuknya World Assembly of Moslem Youth (WAMY) di Riyadh. Almarhum juga tercatat sebagai Anggota Dewan Penasehat ICMI.
Sewaktu di IDB beliau yang punya inisiatif memperjuangkan program penelitian tentang haji atas kerjasama IDB dengan LP3ES yang dikelola oleh M. Dawam Rahardjo, Endang Basri Ananda (EBA), Aswab Mahasin dan kawan-kawan.
Fuad mengenang kebersamaan dengan almarhum Mohammad Siddik sewaktu menjadi anggota Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sekitar tahun 2008 sampai 2015.
Selain itu, Fuad juga mengungkapkan, almarhum Mohammad Siddik merupakan sebagai tokoh di balik layar yang turut membantu memfasilitasi dukungan IDB dalam pembangunan kembali kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri pertama yang mendapatkan bantuan IDB.
"Pak Siddik, meski pernah tinggal lama di luar negeri dengan status pekerjaan yang bergengsi, tapi beliau tetap sebagai pribadi yang rendah hati dan bersahaja serta memiliki akses komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan." tuturnya.
"Jejak kiprah beliau sepanjang hayatnya tidak lepas dari pengabdian untuk menegakkan dakwah Islamiyah dan memajukan umat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mudah-mudahan dari Dewan Dakwah ada yang menulis dan membukukan memoar almarhum untuk keteladanan bagi generasi penerus." ujar Fuad Nasar.
"Dalam sebuah wawancara Siddik dengan majalah Tempo mengatakan bahwa Dewan Dakwah bukan merupakan organisasi politik, tetapi pengurusnya tidak boleh buta politik. Beliau juga menegaskan jika NKRI adalah harga mati setelah urusan agama," kenang Fuad.
"Banyak yang menjadi saksi bahwa almarhum orang baik dan telah menorehkan banyak amal baik di masa hidupnya. Jejaring persahabatan baiknya berasal dari lintas negara. Semoga almarhum Pak Mohammad Siddik ditempatkan oleh Allah di Jannah-Nya bersama para shalihin dan shiddiqin di akhirat. Bukan hanya keluarga besar Dewan Dakwah yang kehilangan salah satu kader terbaiknnya di lapis generasi setelah Pak Mohammad Natsir dan tokoh seangkatan, tetapi umat Islam dan masyarakat Indonesia saya kira juga kehilangan dengan berpulangnya Pak Mohammad Siddik. Semoga sepeninggalnya akan terus lahir pejuang-pejuang dakwah berkarakter dan ikhlas berbakti di berbagai bidang dan jalur pengabdian untuk kemajuan umat dan kejayaan bangsa Indonesia di mata dunia internasional," tutup Fuad Nasar.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



