Jakarta, Bimas Islam -- Gerakan Pembinaan Penyiaran Islam Masa Kini (Gebyar Imani) Seri 3 dilaksanakan secara daring pada Jumat (25/3/22). Hadir sebagai narasumber pada kegiatan yang ditayangkan di kanal Youtube PKPAI Official ini, Pranata Humas Ahli Muda Ditjen Bimas Islam, Sigit Kamseno.
Dalam kegiatan yang diikuti penyiar agama Islam dan masyarakat umum ini, Sigit membagikan 3 jurus dalam membuat konten. Jurus ini terinspirasi dari kajian filsafat yang diminati Sigit. Katanya, ketiga jurus ini efektif untuk melahirkan konten yang meneduhkan.
"Dalam filsafat dikenal adanya aksiologi. Pada kajian aksiologi, kita membagi cara pandang terhadap kehidupan ini menjadi tiga hal meliputi logika, etika, dan estetika. Tiga kiat ini insyaallah efektif dijadikan pedoman dalam menghasilkan konten meneduhkan dan menguatkan moderasi beragama," ungkap Sigit.
Sigit menjelaskan, logika melahirkan diferensiasi benar dan salah. Etika memiliki demarkasi baik dan buruk. Sedangkan estetika menghasilkan penilaian indah dan tidak indah.
Konten yang meneduhkan dan tidak membuat gaduh, lanjut Sigit, dimulai dari penyaringan secara logika, etika, dan estetika.
"Pertama, pastikan bahwa konten itu benar secara hukum agama dan negara. Kedua, perhatikan aspek etika. Misalnya, layakkah mengunggah konten hiburan mewah ketika ada sebagian saudara kita diterpa musibah?" lanjutnya.
Jika aspek benar dan baik sudah terpenuhi, lanjut Sigit, seorang pembuat konten bisa melakukan sentuhan akhir menggunakan aspek estetika.
"Jika secara konten sudah sesuai, maka perhatian aspek estetika meliputi ukuran dan jenis huruf, pencahayaan, sinematografi, dan hal teknis lainnya. Ini touching akhir setelah benar secara logika dan etika," tegasnya.
Sebagai informasi, Gebyar Imani Seri 3 yang merupakan kegiatan Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam ini dimoderatori Moderate Millenial Agent (MMA) Provinsi Jawa Tengah, Abdul Aziz.
(Pirman)



