Sorong, bimasislam – Siapa tak kenal Raja Ampat, keindahan alamnya terkenal di seantero dunia. Bahkan pemandangan alamnya sampai dibilang bak surga yang jatuh ke bumi. Kemasyhuran wisata kepulauan ini kini semakin lengkap dengan ikon baru yakni masjid yang indah nan mempesona.
Pada pekan terakhir bulan Juli (30/7) bimasislam berkesempatan mengunjungi sebuah masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Raja Ampat. Adalah Masjid Agung Waisai berada tidak jauh dari pantai Waisai Torang Cinta (WTC). Persisnya di Jl. 30 Waisai Kota, Raja Ampat Papua Barat. Data sistem inforasi masjid (simas) Kementerian Agama mencatat bahwa masjid ini memiliki lahan seluas 30.000 m2 dengan luas bangunan 1.800 m2. Sejak berdiri pada tahun 2006 masjid ini selalu ramai oleh jamaah terutam saat shalat jumat.
Posisinya yang tepat berada di jalan utama keluar masuk kota Waisai menjadikan masjid ini pusat perhatian dan pilihan utama wisatawan muslim untuk menunaikan ibadah. Bersih, artistik, dan nyaman adalah kesan yang melekat di masjid yang belum lama ini dikunjungi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Mampir dengan membawa rombongan serta ke masjid ini? jangan khawatir, masjid dengan nomor ID 01.2.33.05.17.000001ini memiliki fasilitas lahan parkir yang luas, taman yang indah, tempat wudhu serta kamar mandi/toilet yang sangat nyaman.
Sejarah Singkat Masjid Waisai
Sebelum dibangunnya Masjid Agung Waisai, masyarakat menggunanakan masjid kecil yang sangat sederhana diberi nama masjid Nurul Yaqin yang dibangun secara swadaya pada tahun 2003, dengan Imam pertama ust. Halimun Manam (alm). Setelah beliau berusia udzur digantikan oleh ust H M Hanaping.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat muslim bertambah banyak, masjid Nurul Yaqin Waisai pun tidak mampu lagi menampung jamaah shalat Jumat atau tarawih. Selain untuk kegiatan Shalat, Masjid ini juga digunakan anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur’an, di mana kegiatan mengaji dilaksanakan setelah Shalat Magrib.
Atas kebutuhan tersebut, maka dibangunlah Masjid Agung Nurul Yaqin Waisai di atas lokasi yang sama, dan mulai dibangun dengan meletakkan batu pertama pada tanggal 10 Januari 2006 oleh bapak wakil bupati Kab. Raja Ampat, Drs. Indah Arfan. Dan sejak tahun 2008 masjid ini mulai digunakan masyarakat muslim Raja Ampat dan sekitarnya, juga para wisatwan baik lokal maupun turis manca negara. Sumber tambahan: simas.kemenag.go.id
(syamsuddin/insan/visit-raja-ampat)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



