Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh. Agus Salim mengatakan, masjid bersejarah di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata religi dan edukasi.
Menurut Agus Salim, selama fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah tidak diubah dan tidak mengurangi kualitas kekhidmatan beribadah, masjid bisa dijadikan sebagai tempat wisata religi dengan menampilkan sejarah-sejarah kebudayaan Islam.
“Indonesia memiliki banyak masjid bersejarah seperti Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Masjid Sekayu Semarang, Masjid Wapauwe Ambon, Masjid Agung Demak, Masjid Ampel Surabaya, Masjid Agung Banten, Masjid Cut Meutia, dan masih banyak lagi masjid hingga saat ini masih terjaga,” katanya kepada Bimas Islam, Senin (15/3).
Menurut Agus, adanya masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh merupakan salah satu bukti perkembangan agama Islam di Indonesia, dan sejarah itu tetap harus sampai kepada generasi milenial.
Selain itu, Agus menambahkan, masjid juga harus menjadi masjid ramah anak, ramah disabilitas, dan ramah lingkungan.
“Oleh karena itu, masjid menjadi ruang yang nyaman untuk beribadah, belajar, tempat berkumpul anak-anak dalam melakukan hal positif, kreatif, inovatif, yang aman dan nyaman dengan dukungan orang tua dan lingkungan,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



