Jakarta, Bimas Islam --- Kepala Seksi Kemakmuran Masjid Ditjen Bimas Islam, Fakhry Affan mengatakan, masjid harus memiliki daya tarik bagi anak-anak sebagai upaya regenerasi dalam memakmurkan masjid. Ia menegaskan, budaya senang datang ke masjid harus dilakukan sejak dini.
Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber pada acara OBSESI Episode ke-50 bertema ‘Bincang-Bincang Seputar Remaja Masjid’ yang ditayangkan langsung melalui akun Youtube Bimas Islam TV, Senin (8/11/2021).
“Masjid harus menjadi tempat yang menarik dan memberikan rasa aman, nyaman, dan ramah agar terus didatangi oleh anak-anak sebagai generasi muslim dalam memakmurkan masjid,” katanya.
Menurutnya, masih banyak masjid yang berdiri megah dan indah, namun masih belum ramah kepada anak-anak. Sehingga membuat anak-anak enggan untuk datang ke masjid.
“Kenapa remaja muslim saat ini lebih memilih ke mall atau ke kafe-kafe ketimbang datang ke masjid. Ternyata dari beberapa hasil riset yang kami lakukan baik dari Kemenag maupun dari luar Kemenag ditemukan bahwa masjid tidak ramah terhadap anak,” ungkapnya.
Fakhry mengungkapkan, masjid harus menjadi wadah anak muda untuk berekspresi secara positif, belajar, bahkan bermain.
“Jadi jika pengurus masjid mempunyai program bagaimana memakmurkan masjidnya, maka peran anak-anak muda harus dilibatkan, agar segala perubahan yang kita impikan bisa segera terwujud,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



