Bogor, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Moh. Agus Salim mengatakan, jelang Ramadan, Kemenag terus mengupayakan pengolaan rumah ibadah khususnya kemasjidan.
“Peran masjid bisa difungsikan dengan optimal, tidak hanya sebagai sarana peribadatan saja bagi jamaahnya. Tapi Masjid memiliki misi yang lebih luas mencakup salah satunya bidang perekonomian,” kata Agus Salim di Bogor, Jumat (26/3).
Agus Salim menjelaskan, saat ini keberadaan masjid menjadi sangat potensial terutama dalam memberdayaan ekonomi umat Islam untuk setiap aspek kehidupannya.
“Kita ingatkan lagi, bahwa ajaran Islam memiliki aspek muamalah dan perdagangan, masjid menduduki tempat sangat vital sebagai sarana aktivitas keumatan, sentral pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, penerapan sistem ekonomi Islam dalam struktur ekonomi komunitas kemungkinan besar akan membawa lebih banyak pada kesejahteraan dan manfaat masyarakat itu sendiri.
“Misalnya seperti kemarin masjid Al-Ikhlas Kemenag bekerja sama dengan BSI meluncurkan aplikasi QRIS, hal itu akan memudahkan masyarakat dan potensial untuk menarik dana zakat, infaq, sedekah, dan juga wakaf, selain itu bisa juga memanfaatkan lingkungan sekitar masjid untuk membangun UMKM, Koperasi dan lainnya,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



