Jakarta, Bimas Islam --- Peletakan batu pertama pembangunan masjid Syekh Zayed akan dilakukan akhir pekan ini. Bangunan masjid akan dibangun di kawasan bekas Depo Pertamina, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
Terkait hal tersebut, Dirjen Bimas Islam, Kamarudin Amin berharap agar masjid yang desain arsitekturnya akan sama persis dengan yang aslinya ini, menjadi pusat peradaban dan kebudayaan Islam di Indonesia.
"Selain untuk pelaksanaan ibadah, masjid juga dijadikan tempat untuk melakukan berbagai bentuk aktivitas muamalah," ujar Kamarudin pada Jumat (5/3).
Kamarudin mengatakan pembangunan peradaban Islam yang dimulai dari masjid ini sesuai dengan arahan dari Wakil Presiden, Ma'ruf Amin yang mengajak agar masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah saja, akan tetapi perlu diperluas menjadi pusat pengembangan peradaban Islam.
"Untuk itu, masjid juga harus dijadikan pusat pengembangan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, serta berbagai macam bentuk kegiatan sosial keumatan lainnya," imbuhnya.
Pembangunan Masjid Syekh Zayed di Solo ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Uni Emirat Arab. Selain itu, sejumlah program kerjasama bilateral antara kedua negara, antara lain penguatan moderasi beragama, pelatihan dai, serta pengiriman imam dan khatib.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



