Maros, Bimas Islam --- Masuk dalam 106 Program Revitalisasi KUA Tahun 2022, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Yahya berkomitmen untuk menjadikan KUA Cenrana sebagai ikon moderasi beragama.
“Target kami, KUA Cenrana bisa menjadi rumah bersama bagi semua kelompok dan simbol moderasi beragama. Kami ingin mindset masyarakat bahwa KUA tidak hanya mengurusi pernikahan saja, mereka harus tahu banyak layanan keagamaan ada di KUA,” kata Yahya kepada bimasislam, Sabtu (15/1/2022).
Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan sinergi penguatan konsep moderasi beragama melalui majelis taklim. “Kamis 13 Januari 2022 kemarin kami juga sudah mulai menggelar kegiatan dengan majelis taklim se-Kecamatan Cenrana di Masjid Babur Rahman, Kecamatan Cenrana,” katanya.
Majelis taklim diharapkan menjadi lokomotif gerakan moderasi beragama di masyarakat. Sebab menurutnya, peran majelis taklim dalam ranah pemberdayaan dan pembinaan masyarakat memiliki akar sejarah yang kuat.
“Kegiatan tradisional ini sebetulnya sudah berkembang sejak masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-14 lalu. Maka harapan kami majelis taklim ini dapat menjadi contoh tumbuh kembangnya sikap washatiyah atau Islam moderat di masyarakat,” kata Yahya.
Ia mengungkapkan, bahkan sikap washatiyah itu sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW baik dalam aspek ibadah maupun muamalah.
“Dalam aspek ibadah, Rasulullah mencontohkan pelaksanaan salat malam diawali dengan tidur lebih awal untuk menjaga kebugaran tubuh. Sebagai pemimpin umat, Rasulullah tetap menjaga relasi dan memenuhi hak-hak keluarganya sebagai seorang kepala keluarga,” katanya.
Ia melanjutkan, sikap toleransi yang dicontohkan Rasul dalam aspek muamalat bisa dilihat dari cara Rasul membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dari berbagai lintas agama, suku, dan budaya seperti yang tertuang dalam Piagam Madinah.
“Kegiatan bulanan ini sebetulnya sudah dilakukan sejak tahun 2021, tapi ini awal tahun 2022 kami juga melibatkan para ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Rompegading, dan para Penyuluh Agama Islam KUA Cenrana dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



