Depok, Bimas Islam --- Masyarakat di Nusantara yang terkenal dengan Kerajaan Sriwijaya sudah memiliki modal sebagai penggerak dan kontributor dalam peradaban. Hal ini seperti disampaikan Direktur Islam Center, Ginanjar Sya'ban dalam Seminar Relasi Intertektual Arab-Melayu dalam rangkaian Festival Seni Ramadan (FSR) Tahun 2021 di Makara Center Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (27/4/21).
"Nusantara pada masa pra Islam dipandang dengan demikian terhormat dan wibawa oleh ilmuan dari Kekhalifahan Abbasiyah. Tidak ada negara di kawasan Timur Tengah yang memandang kita secara inferior," kata Ginanjar.
Ilmuwan dari Kekhalifahan Abbasiyah yang dimaksud Ginanjar adalah Sulaiman At-Tajir Al-Sirafi (237H/851M). Sulaiman dengan fasih menuliskan Nusantara sebagai bangsa waro-al bahr (di belakang laut) yang memiliki tatanan pemerintahan yang disegani saat itu.
Ginanjar menambahkan, bangsa yang dimaksud oleh Sulaiman adalah Kerajaan Sriwijaya yang dipimpin oleh seorang Maha Raja. Tak hanya disegani, Kerajaan Sriwijaya juga disebutkan memiliki kekayaan yang melimpah berupa emas yang kemudian dijadikan sebagai pakaian.
Sementara itu, Peneliti Naskah Kuno Nusantara, Ahmad Baso, menambahkan, sejarah Islam di Nusantara dihiasi dengan kesungguhan menjadikan Islam sebagai inspirasi dalam membangun peradaban.
"Kita tidak menerima Islam secara pasif tetapi menggerakkan Islam dengan kekuatan Nusantara. Ini sudah terjadi sejak sebelum masa Wali Songo," ungkap Baso.
Baso menceritakan, hal ini sudah dilakukan oleh Sunan Gunung Jati yang berbicara dengan Bahasa Melayu saat menghadap kepada raja di Kekaisaran Dinasti Ming di Cina.
"Kita punya sejarah untuk menampilkan subjek keislaman dan menyebarkan Islam. Misalnya, Sunan Gunung Jati yang menghadap Kekaisaran Dinasti Ming atau Surat-surat Sultan Manshur Malaka tahun 1480-an dengan menggunakan Bahasa Melayu," terangnya.
Untuk diketahui, FSR 2021 merupakan kerja sama antara Kementerian Agama dengan Makara Art Center UI. Kegiatan berupa seminar, pagelaran musik, dan lomba tingkat nasional ini dihelat dengan protokol kesehatan yang ketat pada Selasa-Jumat, 27-30 April 2021.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



