Tuban, Bimas Islam --- Masyarakat menyambut baik inovasi KUA Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang mengembangkan layanan WhatsApp Auto Respon. Selain memudahkan, layanan ini juga murah dan menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keagamaan di KUA Jenu.
"Sejauh ini masyarakat sangat senang. Ini ditunjukkan ketika sosialisasi melalui berbagai kegiatan, banyak masyarakat yang langsung uji coba dengan mengirim pesan ke nomor WhatsApp kami," ungkap Kepala KUA Jenu, Ahmat Iswoyo di Jenu, Rabu (10/8/22).
Iswoyo menambahkan, layanan ini diinisiasi Kakankemenag Kabupaten Tuban, Munir . Munir merespons program Kemenag Pusat berupa digitalisasi layanan. Tidak hanya di KUA Jenu, layanan ini akan diterapkan di semua KUA di Tuban yang direncanakan _launching_ pada pertengahan Agustus.
Iswoyo berharap, hadirnya layanan ini bisa semakin mendekatkan masyarakat kepada KUA. Masyarakat cukup berkirim pesan untuk mengetahui dan mengakses layanan tanpa harus mendatangi KUA.
"Cukup ketik info lalu kirim ke nomor WhatsApp +6285784687798 dan akan dijawab secara otomatis. Ini merupakan bagian dari implementasi PMA No. 34/2016 sekaligus penerapan salah satu dari lima nilai budaya kerja, yaitu inovasi," pungkasnya.
Saat bimasislam mencoba layanan WhatsApp Auto Respon ini langsung mendapatkan jawaban. Nomor WhatsApp mengirimkan sejumlah informasi yang berisi 34 layanan di KUA Jenu.
Mulai dari layanan nikah, syarat nikah WNA, pencatatan nikah luar negeri, info haji, wakaf, arah kiblat, masjid, musala, Penyuluh Agama Islam, waris, konsultasi, dan layanan lainnya.
Saat bimasialam mengetik Penyuluh setelah mengetik Info, nomor tersebut mengirimkan data Penyuluh secara lengkap berupa spesialisasi layanan keagamaan, nomor kontak, dan alamat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



