Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama, Moh. Agus Salim mengatakan, berdasarkan data astronomi pada hari Kamis-Jumat tanggal 15-16 Juli 2021 akan terjadi peristiwa Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat.
“Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat merupakan peristiwa ketika matahari melintas tepat di atas Ka’bah, sehingga bayang-bayang suatu benda yang berdiri tegak lurus dimana saja akan mengarah lurus ke Ka’bah,” Kata Agus melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/7).
Menurut Agus, peristiwa itu bertepatan pada tanggal 5 dan 6 Zulhijah 1442 H pukul 16:27 WIB atau 17:27 WITA.
“Oleh karena itu, bagi umat Islam yang ingin mempunyai pedoman arah kiblat dapat menyesuaikan dengan arah bayang-bayang benda tersebut,” tulisnya.
Agus menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, pertama pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan lot atau bandul .
Kemudian yang kedua, lanjutnya, permukaan dasar harus datar dan rata. Dan yang ketiga waktu pengukuran harus disesuaikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Radio Republik Indonesia (RRI) atau Telkom.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



