Padang, Bimas Islam -- Kanwil Kemenag Sumatra Barat (Sumbar) melalui Bidang Urusan Agama Islam menggelar Bimbingan Teknis Perpustakaan Masjid/Lembaga. Kegiatan ini dibuka Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, Helmi didampingi Kepala Bidang Urais, Edison, Rabu (17/5/2023). Turut hadir Anggota Komisi VIII DPR RI, Delmeria, Ketua Tim Kerja Kemasjidan dan Perpustakaan Islam, Yusran Lubis.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan, membaca merupakan kuncinya ilmu. Karenanya, perpustakaan yang dibuat di masjid dan musala sangat efektif untuk meningkatkan literasi masyarakat. Masjid bukan hanya tempat ibadah mahdhoh.
Helmi mengatakan, Kementerian Agama berupaya mengeksplor masjid dan musala sebagai pusat pembinaan dan kegiatan umat.
"Sumatra Barat saat ini memiliki sebanyak 17.510 masjid dan musala, itu yang tercatat. Insyaallah tidak ada masjid atau surau yang belum terdata. Dari data itu, masjid kita sekitar 5000 kemudian musala ada 12.000," kata Helmi.
Ia pun mengungkapkan, semua masjid yang ada saat ini harus terdaftar di aplikasi Simas (Sistim Informasi Masjid). “Kita sudah bertransformasi, jika masjidnya tidak terdaftar dalam aplikasi Simas, tidak bisa diberikan bantuan dana pembinaan,” imbau Helmi di hadapan operator Elipski (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam).
Berkat bantuan bapak ibu operator lanjut helmi, sekitar 12.510 masjid dan mushola di Sumatera Barat ini sudah terdaftar di Simas. Ini membuktikan bahwa bapak ibu operator sudah bekerja dengan baik.
“Sekarang bagaimana supaya masjid dan musala itu juga kita jadikan sebagai pusat literasi. Kita adakan tempat belajar, dan tempat membaca. Sehingga masyarakat kita semakin cerdas,” ungkap mantan Kakan Kemenag Padang Pariaman dan Solok ini.
Untuk itu, Helmi berharap, seluruh masjid di Sumatra Barat bisa meningkatkan literasi masyarakat melalui program kepustakaan. Sehingga, masjid lebih memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda.
“Mudah-mudahan dengan adanya aplikasi Elipski ini, akan mendorong masjid untuk menyediakan pustaka bagi jemaah dan masyarakat. Sehingga masjid menjadi pusat literasi masyarakat,” harap Kakanwil.
Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais), Edison menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membekali operator kab/kota se-Sumatra Barat untuk menguasai aplikasi Elipski serta membentuk program kepustakaan di setiap masjid dan musala.
Aplikasi ini, kata Kabid Urais, sudah diterapkan sejak tahun 2021. Dan untuk Sumatra Barat, saat ini sudah ada ribuan masjid yang terdaftar di Elipski.
“Kanwil Kemenag melalui Bidang Urais terus mendorong masjid-masjid di Sumatra Barat untuk terus menyediakan dan menyempurnakan pustaka. Karena untuk mendapatkan bantuan, pustaka menjadi salah satu pertimbangan,” kata Kabid.
Kegiatan ini menghadirkan 30 Operator Elipski dari kabupaten kota se-Sumatra Barat. Bimtek ini berlangsung selama tiga hari, 17 hingga 19 Mei 2023.
RR/MR



