Surakarta, Bimas Islam -- Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Daerah Istimewa Yogyakarta K.H. M Machasin menyampaikan hikmah Isra Mikraj dan kaitannya dengan kebijaksanaan orang beriman untuk senantiasa mengamalkan ibadah ke dalam konsep persatuan kebangsaan. Pesan itu ia sampaikan saat memberi materi dalam Peringatan Isra Mikraj 1444H/2023 M sekaligus pembukaan Masjid Raya Sheikh Zayed untuk umum, Surakarta, Selasa malam (28/02/2023).
“Rasulullah telah dipertunjukkan tanda-tanda untuk memenangkan dakwah, tidakkah dari sana dapat diambil pelajaran bahwa setiap orang beriman harus melihat tanda-tanda untuk membuat dirinya, masyarakatnya, dan bangsanya mencapai impian? jadi ingatkan sehari lima kali, bahwa kita punya misi bahwa kita punya diri, bangsa, dan umat manusia,” tuturnya.
Ia memaparkan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW melihat pertanda kemenangan dalam perjalanan Mikraj, orang-orang beriman juga dapat melihat Mikrajnya di setiap salat.
“Rasulullah melihat tanda-tanda itu dalam perjalanan Mikraj, dan orang beriman setiap waktu dapat melihat Mikrajnya, yakni salat. Rasulullah menyatukan kabilah-kabilah Arab yang sebelumnya selalu bertikai dalam satu kepaduan umat, kita di sini pastinya menjauhi pertikaian dan menjadikan perbedaan menjadi suatu mozaik kehidupan bersama yang berwarna-warni,” ucap K.H. Machasin.
“Hanya kekuatan dari kita semua, bukan satu dari kita yang menjadikan kita hebat, tentu dengan pertolongan Allah,” lanjutnya.
Pembukaan Masjid Sheikh Zayed dihadiri Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, Direktur Jendral Bimas Islam Kamaruddin Amin beserta jajaran, sejumlah pejabat Bimas Islam, dan Imam Besar Masjid Raya Sheikh Zayed Munajat.
Fn/Mr



