Bogor, Bimas Islam --- Dalam rangka meningkatkan kualitas spiritual, soliditas, dan produktifitas pegawai, Direktorat Jenderal Bimbingan Islam mengadakan Pembinaan Pegawai Ditjen Bimas Islam Tahun 2019, di Hotel Aston Bogor.
"Tunjukkan corak Islam yang rahmatan lil alamin, yang tidak membedakan manusia berdasarkan ras, agama, adat, jenis kelamin, dan sebagainya," demikian disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin, Jum'at (27/9).
Beragama berbeda dengan agama itu sendiri, karenanya Islam dengan berislam atau mengamalkan ajaran islam berbeda, cara kita memahami Islam bisa berbeda-beda.
"Dalam memahami keragaman hendaknya kita lebih rendah hati, rendah hati dalam memahami keragaman. Saya ingin pegawai Ditjen Bimas Islam memahami realitas keragaman ini adalah kehendak-Nya," ujar Menag.
"Kita perhatikan kitab kuning misalnya, selalu diakhiri dengan wallahualam bis-shawab (Allah yang lebih tahu dengan kebenaran maksudnya). Ini bentuk kerendah-hatian. Begitulah seharusnya cara beragama," jelas Menag.
Sementara itu, Direktur Urais Binsyar Moh Agus Salim mewakili Dirjen Bimas mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk penguatan internal kepegawaian dengan membangun solidaritas dan soliditas pegawai untuk peningkatan produktivitas pada Ditjen Bimas Islam.
Dikatakan Direktur, bahwa Ditjen Bimas Islam dituntut untuk mampu membaca arah perubahan, memiliki skill yang tinggi dan bekerja secara profesional, mampu mengelola potensi dengan baik, memiliki sensitivitas sosial yang tinggi, mampu menyerap berbagai problem kehidupan umat yang sangat dinamis, serta berani menawarkan solusi cerdas dan cepat.
"Seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam harus memiliki kesatuan arah visi dan mampu mengemban misi yang sama, memiliki empati dalam merasakan kebahagiaan dan kesulitan yang dihadapi orang lain serta mampu memahami perspektif orang lain," tegasnya.
Pada kesempatan ini, Menag juga menyerahkan penghargaan bagi lima Agen Perubahan Ditjen Bimas Islam dan pegawai purnabakti.
Bertajuk "Unity, Empathy & Productive", kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 27-29 September 2019. Peserta berjumlah 300 orang, yang merupakan pegawai Ditjen Bimas Islam baik PNS maupun Pegawai Pemerintah Non PNS, Sekretariat BAZNAS, dan UPQ.
Penulis: nhkurniawan
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



