Jakarta, Bimas Islam – Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu dengan Mufti Kroasia, Dr. Aziz ef. Hasanovic, di Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (18/11/2024). Pertemuan tersebut membahas pendidikan ulama global dan peran Masjid Istiqlal dalam mempromosikan inklusivitas serta toleransi beragama.
Nasaruddin Umar menekankan pentingnya membentuk ulama Indonesia yang mampu berperan di tingkat global. Ulama seperti ini diharapkan dapat berinteraksi dengan berbagai budaya dan memahami dinamika dunia.
"Mengapa kami mengirim dai dan ulama ke Amerika Serikat dan negara non-Muslim lainnya? Karena kami membutuhkan ulama Indonesia yang mampu menjadi jembatan sebagai ulama global," ujarnya.
Menurut Nasaruddin, pendidikan ulama global tidak hanya berfokus pada keilmuan Islam, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan dunia yang kompleks. Ulama Indonesia perlu aktif dalam forum internasional, seperti dialog lintas agama dan diplomasi budaya, untuk mendorong moderasi beragama.
"Maksud saya, ulama global tidak hanya ahli dalam studi Islam, tetapi juga memahami apa yang sebenarnya terjadi di dunia saat ini," tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin juga menyoroti peran Masjid Istiqlal sebagai pusat moderasi dan inklusivitas. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Istiqlal memiliki berbagai program pelatihan lintas agama, dialog antarumat beragama, dan kegiatan yang mendukung toleransi serta kerja sama.
"Di Istiqlal, kami memiliki pelatihan lintas agama dan dialog lintas agama hampir setiap pagi," ungkap Nasaruddin.
Ia juga menunjukkan kepada Mufti Kroasia simbol ikonik harmonisasi antaragama di Indonesia, yaitu terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Katedral Jakarta. Terowongan ini dianggap mencerminkan nilai kebersamaan dan saling menghormati.
"Bukan hanya sebagai terowongan yang menghubungkan Istiqlal dan Katedral, tetapi juga sebagai wujud toleransi. Kita menerima dialog dan pertukaran lintas agama, menjadikan Masjid Istiqlal sebagai model yang sangat baik," jelasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mempromosikan moderasi dan kerja sama lintas agama di tingkat global.
Fn/Mr



