Cilegon, Bimas Islam --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Direktorat Jenderal Bimas Islam harus menjadi ujung tombak Kementerian Agama (Kemenag).
Hal ini dikatakan saat memberikan amanat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ditjen Bimas Islam di Cilegon, Kamis (3/3/2022).
“Ditjen Bimas Islam harus mampu dan bisa menjadi ujung tombak Kemenag, meskipun Kemenag adalah kementerian seluruh agama tapi harus mampu dimaknai sebagai proporsionalitas,” ujarnya.
Gusmen berharap, Ditjen Bimas Islam harus menjadi garda terdepan menjalankan program prioritas Kemenag, seperti Penguatan Moderasi Beragama, dan Transformasi Digital.
“Bagian dari transformasi digital, layanan harus diadaptasi ke dunia digital,” ujarnya.
Selain itu, Gusmen mendorong agar prestasi dan program unggulan di Ditjen Bimas Islam dipublikasikan dengan baik di media massa konvensional dan media sosial secara masif. Sehingga mampu menjadi inspirasi bagi publik.
“Ditjen Bimas Islam harus berpartisipasi dalam era kemajuan media konvensional dan medsos agar masyarakat mengetahui kerja keras teman-teman semua,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



