Jombang, Bimas Islam -- Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menghadiri tasyakuran satu abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (16/2/2023). Dalam helat ini, Menag hadir bersama Kyai NU dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum acara dibuka, pengurus Pondok Pesantren Raudatul Tahfidzil Qur'an, Perak, Jombang, KH. Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz memimpin istigasah bersama Pengasuh Pesantren Al-Falah Polisi Kediri, KH. Nurul Huda Djazuli, dilanjutkan pembacaan Yasin dan tahlil di halaman Pondok Pesantren Tebuireng.
Wakil Rais ‘Aam PBNU KH. Anwar Iskandar, dalam sambutannya, menyampaikan pesan terkait peran NU sebagai pelopor perdamaian dan cerminan misi kasih sayang universal Islam. Hal ini selaras dengan misi moderasi beragama yang digagas Menag.
"NU telah mendeklarasikan sebuah cita-cita besar bahwa kita ingin jadi pelopor dalam menyelesaikan masalah-masalah dunia," ujarnya.
Peran tersebut dilakukan NU untuk menerjemahkan prinsip Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan Islam), Ukhuwah Wathaniyah (Persaudaraan Kebangsaan), dan Ukhuwah Basyariyah (Persaudaraan Kemanusiaan) yang telah dicanangkan Rais ‘Aam PBNU 1984-1991 KH. Ahmad Siddiq. Prinsip tersebut kemudian dielaborasi KH. Abdurrahman Wahid dan diwujudkan dalam program kepengurusan PBNU oleh Gus Yahya.
Acara ini turut dihadiri Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, Menteri PAN-RB, Abdullah Azwar Anas, serta Ketua Tanfidziyah PBNU, Alissa Qotrunnada Munawaroh.
(Penulis: FN/MR)



