Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai barometer keagamaan dunia. Hal ini disampaikan olehnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama 2021, yang bertempat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
“Kita ingin menjadikan Indonesia sebagai barometer keagamaan dunia,” ujar Gus Menteri pada Senin (5/4).
Rakernas Kemenag 2021 mengangkat tema Percepatan Transformasi Layanan Publik ini digelar secara luring dan daring, yang diikuti 705 jajaran Kemenag, Pejabat Eselon I Pusat, hingga Kepala Kankemenag Kota/Kabupaten.
Lebih lanjut Gus Menteri menuturkan untuk menjadi barometer keagamaan dunia, maka mewujudkan moderasi beragama menjadi jalan yang harus ditempuh. Menurutnya, selama ini Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
“Indonesia ini penduduk muslimnya terbesar di dunia. Jadi logis jika parameter Islam di dunia diarahkan ke Indonesia. Islam yang sangat toleran dan menghargai perbedaan. Kita ingin Indonesia sebagai parameter keagamaan dunia,” imbuhnya.
Gus Menteri juga sempat menyinggung perihal kasus pengeboman yang terjadi di Makassar. Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya kesalahan pemahaman cara beragama yang menyebabkan munculnya perilaku ekstrem semacam itu.
“Kalau kemarin ada kasus pengeboman, hal itu karena mereka salah memandang cara berislam,” tuturnya.
Gus Menteri juga mengungkapkan, untuk mengukur kinerja ASN Kemenag dalam menjaga kehidupan keberagamaan di Indonesia, pihaknya akan menyusun indeks keagamaan sebagai penilaian atas perilaku keagamaan di tengah masyarakat.
"Jadi kita akan tahu sejauh mana kinerja kita dalam tahun ini sampai 2024 nanti dari indeks yang akan kita siapkan ini, salah satu tujuannya adalah untuk memberikan penilaian atas apa yang kita lakukan, dan respon masyarakat terhadap apa yang sudah kita lakukan," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



