Bogor, bimasislam --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw dapat menjadi simbol pentingnya kesucian hati dan kejujuran dalam menjalankan kerja-kerja besar membangun bangsa.
“Peristiwa isra dan mi’raj dapat dipahami sebagai simbol pentingnya kesucian hati dan kejujuran dalam menjalankan kerja-kerja besar. Hati yang bersih (qalbun salim) adalah esensi pembangunan karakter manusia,” kata Menag Lukman saat memberikan sambutan pada acara Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw di istana Bogor, Selasa (10/04).
Dijelaskan Menag Lukman bahwa ajaran dalam agama tentang taubatan nashuha tidak hanya sebatas lakon individu, tetapi juga secara kolektif sebagai bangsa. Sesuai janji Allah, pertobatan bukan hanya mendatangkan ampunan, tetapi juga kesejahteraan dan keberkahan dalam hidup bermasyarakat.
Dalam beragama, lanjut Menag, manusia harus bisa menyisakan ruang dalam hati untuk mengimani hal-hal yang tidak masuk akal. Bukan karena agama tidak sejalan dengan akal, akan tetapi karena akal memiliki keterbatasan untuk menjangkau semua yang wujud.
“Islam adalah agama yang menjunjung tinggi akal manusia dan mengapresiasi kerja-kerja intelektual, tetapi pada saat yang sama menghormati keterbatasannya. Meski demikian kita bisa menangkap makna-makna simbolik di balik peristiwa tersebut,” tambah Menag.
Dipaparkan Menag Lukman, bahwa Isra dan Mi’raj terjadi di saat Nabi sedang merasa seorang diri, menanggung beban dakwah setelah ditinggal istri tercinta dan paman yang selalu mengayomi perjuangannya. Tanah Mekkah dan sekitarnya terasa sempit. Tak ada yang bersimpati kecuali hanya segelintir orang. Sementara hujatan dan cemoohan tiada henti. Saat itulah pintu langit terbuka. Semua penghuni langit menyambutnya dengan suka cita.
“Benar kata ahli bijak, ketika dunia terasa sempit tataplah “Yang di langit”. Sebagai umat beragama tidak sepatutnya kita mudah berputus asa. Sesulit apa pun kita harus selalu optimis menatap hari esok yang cemerlang,” kata Menag.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : M Arif Efendi
Editor : Khoiron
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



