Surakarta, Jawa Tengah --- Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meresmikan program pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji di seluruh wilayah Jawa Tengah, bertempat di Hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (6/3).
Dalam arahannya, Gus Menteri mengkritisi sejumlah potret bangunan Kantor Urusan Agama dan Madrasah yang dianggap seragam. Menurutnya, hal itu justru menunjukkan kreativitas dari desain arsitektur bangunan yang masih kurang optimal.
"Lihat foto-fotonya yang dipajang sekilas foto-fotonya seragam semua hampir sama. Itu menunjukkan bagaimana cara kita itu tidak ada kreativitas, atau jangan-jangan kontraktornya cuman satu dari sekian banyak gedung," ujar Gus Menteri sambil berkelakar.
Gus Menteri mendorong agar pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji nanti lebih sesuai dengan kondisi kekinian, dan tidak harus selalu sama dari bentuk dan desainnya satu sama lain.
"Dari ujung timur Jawa Tengah, Rembang, sampai ujung barat di Brebes itu bahkan warna bangunannya saja seragam, kalau nggak hijau tua, ya hijau muda. Padahal warna itu kan banyak sekali," imbuhnya.
Gus Menteri menambahkan bahwa pencapaian pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji ini bukanlah prestasinya sebagai Menteri Agama, melainkan karena capaian dari seluruh pegawai yang berada di lingkungan Kementerian Agama. Sehingga jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah semestinya berbangga hati atas pencapaian ini.
"Saya hanya memberikan komando sebagai Menteri, karena ini semua atas kinerja kalian. Tanpa saya, jajaran pegawai Kementerian Agama harus tetap bisa bekerja dengan baik," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



