Wajo, Bimas Islam– Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi umat melalui program Kota Wakaf. Wajo dinilai memiliki potensi wakaf yang besar, didukung sinergi antara pemerintah daerah (Pemda), Kementerian Agama (Kemenag), dan ulama setempat.
“Sinergi pemerintah dan ulama di Wajo ini sangat kuat dalam menumbuhkan kesadaran berwakaf di masyarakat. Dengan semangat ini, Kota Wakaf yang diluncurkan harus menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia,” kata Nasaruddin saat meresmikan Kabupaten Wajo sebagai Kota Wakaf di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kota Sengkang, Sabtu (9/11/2024).
Menurut Menag, keterlibatan berbagai pihak, seperti Pemda dan ulama yang aktif di masyarakat, mampu menggerakkan semangat warga Wajo untuk berwakaf demi kepentingan sosial dan keagamaan.
Program Kota Wakaf bertujuan mengaktifkan kembali dana umat Islam sehingga dapat berkontribusi besar pada pembangunan daerah. Menag menjelaskan, berbeda dengan zakat yang peruntukannya terbatas pada asnaf, wakaf lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti pembangunan jalan, madrasah, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya.
“Wakaf ini lebih fleksibel, peruntukannya bisa digunakan untuk membangun jalan, madrasah, rumah sakit, sehingga manfaatnya bisa dirasakan semua kalangan,” tambah Nasaruddin.
Kabupaten Wajo adalah satu dari enam daerah yang ditetapkan sebagai Kota Wakaf pada 2024, bersama Kota Tasikmalaya (Jawa Barat), Kabupaten Gunungkidul (DIY), Kabupaten Aceh Tengah (Aceh), Kota Padang (Sumatra Barat), dan Kabupaten Siak (Riau).
Pj Bupati Wajo, Armayani, menyampaikan apresiasi atas penetapan Wajo sebagai Kota Wakaf. Menurutnya, Kota Wakaf merupakan langkah strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut, Pemda Wajo siap mendukung pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit, dan rumah ibadah berbasis wakaf untuk menggerakkan ekonomi umat.
“Wakaf sudah lama ada, dan kami akan menghidupkannya dengan cara yang lebih modern melalui program Kota Wakaf. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem sosial yang melibatkan seluruh masyarakat,” ujar Armayani.
Peluncuran Kota Wakaf di Wajo ini dihadiri sekitar 500 orang, termasuk jajaran Kanwil Kemenag Sulsel, Forkopimda Kabupaten Wajo, Forum Wakaf Produktif, BAZNAS, BWI, BSI, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Wcp/Mr



