Denpasar Selatan, Bimas Islam– Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan pentingnya peran agama dalam mengatasi dehumanisasi dan menjaga kelestarian lingkungan. Pernyataan tersebut disampaikan Menag dalam acara Tri Hita Karana: Universal Reflection Journey di Denpasar Selatan, Sabtu (14/12/2024).
“Lingkungan yang nyaman dan terawat memungkinkan kita hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan. Kita perlu memperkuat dukungan spiritual untuk menjaga kemanusiaan kita sekaligus melestarikan lingkungan,” kata Nasaruddin.
Ia menyoroti tantangan global yang dihadapi umat manusia, seperti kekerasan atas nama agama, perang demi kekuasaan, serta merosotnya nilai-nilai kemanusiaan. “Korban perang dan konflik terus berjatuhan. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh keserakahan dalam pikiran dan perilaku kita,” ujarnya.
Selain itu, ancaman perubahan iklim juga dinilai semakin parah. Nasaruddin menyebut, pemanasan global dan ketimpangan iklim telah memengaruhi ritme kehidupan manusia. “Kita sendiri yang menciptakan peperangan, baik secara fisik maupun sosial, yang merusak alam dan kehidupan kita,” tambahnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Indonesia bersama Kanada, Prancis, dan Uni Emirat Arab telah meluncurkan Global Blended Finance Alliance (GBFA). Inisiatif ini bertujuan menjembatani kesenjangan pembiayaan guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan aksi perubahan iklim di negara berkembang.
“Melalui GBFA, kita mencari solusi keuangan inovatif untuk mengatasi tantangan global. Ini adalah wujud nyata komitmen Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Nasaruddin juga mengajak umat beragama untuk menggali nilai-nilai yang menekankan kemanusiaan dan pelestarian lingkungan. “Semua agama dan kepercayaan menolak kekerasan. Marilah kita perkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap krisis global,” serunya.
Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila, khususnya prinsip kemanusiaan, dapat menjadi dasar untuk menciptakan harmoni antarumat beragama dan alam. Dengan mengintegrasikan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan hubungan harmonis dengan Tuhan, manusia, dan alam, ia berharap Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia.
“Mari kita mulai dari langkah kecil yang bisa kita lakukan sekarang. Pelestarian lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Nasaruddin dengan penuh harapan.
Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta Presiden RI 2001-2004 Megawati Soekarnoputri secara daring. Selain itu, hadir tokoh agama dari Indonesia dan mancanegara, serta pimpinan perguruan tinggi keagamaan dari seluruh Indonesia.
Fn/Mr



