Teluk Bintuni, bimasislam --- Di bulan Ramadan, kala matahari mulai sirna, Kota Teluk Bintuni hadirkan kesejukan alami. Meski sehari penuh diguyur terik matahari. Suara bacaan tarhim dari berbagai masjid terdengar di mana mana. Suasana ini seolah menandakan bahwa Bintuni adalah kota santri. Disepanjang jalan utama pun ramai oleh penjaja menu buka puasa.
Suasana Ramadan makin terasa hingga jelang buka puasa. Berbagai lapisan masyarakat berbondong-bondong menuju masjid. Penduduk asli dan pendatang berbaur menyatu menanti azan magrib. Disudut masjid tampak anak anak berlarian riang gembira, mereka adalah siswa siswi Taman Pendidikan Al Quran. Tidak hanya mukimin, para nelayan yang datang dari pulau Jawa yang sedang bersandar di Teluk Bintuni pun menjadi jamaah rutin masjid ini.
Muslim Teluk Bintuni sudah sejak lama mentradisikan berbuka puasa bersama di masjid. Kali ini bimasislam bekesempatan mengikuti tradisi turun temurun itu di Masjid Al Munawwarah. Masjid Raya yang berdiri sejak 1998. Masjid ini berada persis di depan masjid bersejarah yaitu masjid Al Munawwarah lama yang konon dibangun sejak abad 17 M, sumber lain mengatakan dibangun sejak abad 11 M. Masjid ini sangat strategis karena hanya berjarak ratusan meter dari Pelabuhan Bintuni.
Masjid Al Munawwarah, selain sebagai sarana Ibadah dan pendidikan, di sini warga Teluk Bintuni memupuk persaudaraan. Pemahaman agama yang beragam seolah menyatu di tempat suci ini. Pengurus masjid bersama ormas Islam menjadikan masjid ini tempat untuk saling mengisi satu sama lain. Masjid ini pun kerap disebut masjid nasional.
“Alhamdulillah sejak masjid ini bediri sudah ada tradisi buka bersama, minimal 100 orang setiap sore. Masjid ini seperti masjid nasional, kami tidak mengatur ibadah harus bagaimana, jamaah akan mengikuti imamnya saja”, ungkap Suhairi, salah seorang Imam masjid Al Munawwarah asal Probolinggo Jawa Timur.
Dikatakan Suhairi, menu takjil yang dihidangkan di masjid merupakan hantaran dari masyarakat sekitar. Karena itu tidak heran menunya sangat beragam. Selain untuk berbagi, buka bersama diharapkan mampu merekatkan umat Islam Bintuni.
“Kami beharap, melalui buka bersama ini dapat mempererat tali silaturahim“, ujar Guru Agama yang sekaligus Pembina Remaja Masjid Al Munawaarah ini.
Saat azan magrib tiba, menu takjil pun mulai disantap besama sama. Kegiatan dilanjutkan Shalat magrib. Masyarakat akan kembali ke majid saat shalat tarawih yang juga diisi kajian keagamaan. Indahnya Papua Barat yang hijau dan asri pun seolah terwakili di masjid ini.
Penulis: Syamsuddin
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



